Suntik Go-Jek US$150 Juta, Ini Alasan Presdir Astra International (ASII)

PT Astra International Tbk. menyuntikkan investasi senilai US$150 juta untuk Go-Jek, perusahaan teknologi perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia. Dana sebesar sekitar Rp2 triliun tersebut akan digunakan Go-Jek untuk meningkatkan inovasi.
Dara Aziliya | 12 Februari 2018 11:54 WIB
Dari Kiri-Kanan: Menkominfo Rudiantara, Presdir ASII Prijono Sugiarto, CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim, dan President dan Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo menandatangani kerja sama investasi ASII untuk Go-Jek sebesar US150 juta. - Bisnis/Dara Aziliya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Astra International Tbk. menyuntikkan investasi senilai US$150 juta untuk Go-Jek, perusahaan teknologi perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia. Dana sebesar sekitar Rp2 triliun tersebut akan digunakan Go-Jek untuk meningkatkan inovasi.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk. Prijono Sugiarto menyampaikan bukan baru-baru ini Go-Jek dan Astra melakukan pendekatan untuk investasi. Emiten produsen kendaraan dengannkode saham ASII tersebut pun sudah lama kepincut dengan aktivitas bisnis Go-Jek.

"Go-Jek ini isyimewa dibandingkan perusahaan sejenis yang lain. Kami sudah lama observasi apa yang berlangsung pada Go-Jek. Sudah tiga tahun lalu Nadiem [CEO dan Founder Go-Jek] melakikan pendekatan dan kami memiliko benang merah," ungkap Prijono di Jakarta, Senin (12/2).

CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makariem menyampaikan perusahaannya mengedepankan perusahaan lokal untuk dapat berinvestasi pada Go-Jek, mengingat selama ini perusahaan asing menjamur menyuntikkan dana pada Go-Jek.

"Astra merupakan perusahaan yang spirit employement-nya sama dengan Go-Jek. Inovasi kami konsepnya adalah menciptakan satu platform di mana kelompok yang sulit mendapatkan income, agar mereka bisa berkarya," ungkap Nadiem.


Tag : astra international, Go-Jek
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top