Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Gandum Rusia ke Sudan Meroket 35%

Ekspor gandum Rusia tercatat sampai 17 Januari 2018 membukukan kenaikan 35% seiring dengan permintaan yang tumbuh dari negara importir.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 24 Januari 2018  |  21:35 WIB
Ekspor Gandum Rusia ke Sudan Meroket 35%
Ilustrasi. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Ekspor gandum Rusia tercatat sampai 17 Januari 2018 membukukan kenaikan 35% seiring dengan permintaan yang tumbuh dari negara importir.

Kementerian Pertanian Rusia mengutip data Federal Customs Service melaporkan, peningkatan ekspor gandum Rusia pada musim 2017/2018 itu setara dengan 22,6 juta ton.

Perhitungan musim pada komoditas perkebunan ini dimulai pada Juni dan berakhir di Juli. Artinya, musim 2017/2018 dimulai pada Juni 2017 dan berakhir pada Juli 2018.
Menurut Institute for Agricultural Market Studies, pengiriman terbaru Rusia yakni ke Sudan dengan adanya lonjakan hingga 87% sejauh musim ini.

Berdasarkan data Market Check –lembaga independen jasa pemasaran gandum berbasis di Australia–, Rusia merupakan pemasok terbesar ke Sudan pada musim 2016/2017, diikuti oleh Uni Eropa.

Sejak musim ini dimulai pada Juli hingga Desember lalu, tercatat pembelian gandum oleh Sudan mencapai 821.000 ton dari Rusia.

“Kami memperkirakan Rusia cukup agresif untuk memberikan penawaran yang baik kepada pasar Sudan, jadi kami bisa saja mendapatkan lebih dari 1 juta ton,” kata Nadir Yousif, Duta Besar Sudan di Rusia, seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (24/1/2018).

Menurut laporan Bank Dunia, ekspor gandum Rusia pada musim 2017/2018 bisa mencapai 32,5 juta ton, dengan potensi kenaikan hingga 14,46% dari musim sebelumnya sebanyak 27,8 juta ton.

Sesuai prakiraan itu, meningkatnya ekspektasi pengiriman oleh negara eksportir utama tersebut, produksi gandum global juga diprediksi melonjak seiring dengan musim panen yang mendukung.

Data USDA memaparkan, pada musim 2017/2018, produksi gandum secara global diperkirakan meningkat, lantaran panen yang lebih banyak di Rusia yang akan melebihi hasil di Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Departemen Pertanian AS itu menaikkan perkiraan ekspor Rusia melonjak hingga 4,5% menjadi 35 juta ton didorong pencapaian pengiriman ke luar negeri yang telah meningkat hingga saat ini.

Sebelumnya, USDA mencatat hingga 10 Januari, Negara Tirai Besi telah mengapalkan 21,8 juta ton gandum, naik 34% dari tahun sebelumnya. Di sisi lain, persediaan gandum Rusia yang diprediksi semakin melimpah itu dikhawatirkan bisa menekan harga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gandum harga gandum

Sumber : Bloomberg

Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top