Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ikuti Bursa AS, Bursa Asia Siap Cetak Rekor Baru?

Bursa Asia berhasil memperpanjang penguatannya pada awal perdagangan tahun ini, menuju rekor level tertinggi baru sepanjang masa, menyusul rekor yang dibukukan bursa saham di Amerika Serikat (AS).
bursa asia
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Asia berhasil memperpanjang penguatannya pada awal perdagangan tahun ini, menuju level tertinggi baru sepanjang masa, menyusul rekor yang dibukukan bursa saham di Amerika Serikat (AS).

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,7% pada perdagangan hari ini, Selasa (23/1/2018), pukul 12.32 siang waktu Tokyo (pukul 10.32 WIB). Pada saat yang sama, indeks Topix Jepang naik 0,8% ke level tertingginya dalam lebih dari 26 tahun.

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 1,1%, kenaikan terbesar dalam sepekan, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,7, kenaikan terbesar dalam lebih dari dua pekan.

Pada perdagangan Senin (22/1), indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 142,88 poin atau 0,55% di level 26.214,6, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 22,67 poin atau 0,81% di 2.832,97 dan Nasdaq Composite ditutup naik 71,65 poin atau 0,98% di 7.408,03.

Dilansir Bloomberg, pasar saham menguat seiring optimisme investor terhadap musim laporan keuangan korporasi setelah pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengakhiri masa government shutdown.

Di sisi lain, harga bitcoin bergerak di kisaran US$10.800 per token dan harga minyak mentah West Texas Intermediate naik menghampir US$64 per barel setelah OPEC dan Rusia menyatakan bahwa upaya pemangkasan output akan berlanjut sampat akhir tahun ini.

Adapun dolar AS diperdagangkan di kisaran level terendahnya tahun ini, sedangkan kinerja mata uang yen Jepang menguat setelah Bank of Japan (BOJ) memutuskan mempertahankan stimulus moneternya, seperti yang banyak diantisipasi.

Seperti diprediksi oleh seluruh 43 ekonom dalam survei Bloomberg, bank sentral Jepang tersebut memutuskan tidak mengubah kebijakan moneternya dalam pernyataan yang dirilis hari ini.

Para investor selanjutnya akan mencermati komentar dari Gubernur BOJ dalam konferensi persnya pada pukul 3.30 sore waktu Tokyo, demi mendapatkan petunjuk apakah BOJ akan mengikuti langkah bank sentral global lainnya dalam mengurangi pelonggaran kebijakan moneter.

Sementara itu, para pedagang sejauh ini telah merespon positif laporan keuangan dari sejumlah perusahan di Jepang, Eropa, dan AS pekan ini. Saham Netflix Inc. menguat setelah membukukan hasil kuartalan terbesar yang pernah ada.

Saham Wynn Macau Ltd. menguat 5% setelah melaporkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, saham LG Electronics Inc. termasuk di antara yang berkinerja buruk akibat terbebani langkah proteksi terkini dari pemerintahan Presiden Donald Trump, terkait tarif impor mesin pencuci piring dan produk solar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik

Topik

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro