The Fed Dongkrak Suku Bunga, Wall Street Berakhir Mixed

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 80,63 poin atau 0,33% ke level 24.585,43, sedangkan indeks Standard & Poors 500 melemah 1,26 poin atau 0,05% ke 2.662,85 dan Nasdaq Composite naik 13,48 poin atau 0,2% menjadi 6.875,80.
Aprianto Cahyo Nugroho | 14 Desember 2017 06:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Wall Street berakhir mixed, dengan indeks S&P 500 melemah tipis pada perdagangan Rabu (13/12/2017) menyusul tekanan dari sektor finansial setelah Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga seperti yang diperkirakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 80,63 poin atau 0,33% ke level 24.585,43, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 1,26 poin atau 0,05%  ke 2.662,85 dan Nasdaq Composite naik 13,48 poin atau 0,2% menjadi 6.875,80.

Meskipun menaikkan Fed Fund Rate (FFR) yang ketiga kalinya tahun ini ke kisaran 1,25% - 1,50%. The Fed tidak mengubah proyeksi tiga kenaikan suku bunga masing-masing di tahun 2018 dan 2019 sebelum tingkat jangka panjang sebesar 2,8% tercapai.

The Fed juga memperkirakan produk domestik bruto (PDB) AS tumbuh 2,5% pada 2018, naik dari perkiraan 2,1% pada bulan September. Sementara itu, laju pertumbuhan PDB diperkirakan akan mereda menjadi 2,1% pada 2019, sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 2,0%.

Dilansir Reuters, indeks S&P terseret lebih rendah melemahnya sektor finansial yang khususnya saham perbankan, yang cenderung mendapat dorongan dari kenaikan suku bunga. Sektor tersebut melemah 1,3% dan menandakan bahwa investor mengharapkan The Fed bersikap lebih hawkish.

"Ini adalah pernyataan yang cukup dovish dan positif untuk aset berisiko," kata Bill Stone, kepala analis investasi di PNC Wealth Management, seperti dikutip Reuters.

Sektor consumer menjadi sektor terkuat di antara 11 sektor indeks S&P dengan kenaikan 0,5%. Adapun sektor utilitas memperkecil penguatan setelah mencapai level tertinggi sepanjang sesi dan ditutup menguat 0,3%.

Investor juga terus memperhatikan kemajuan dalam upaya Partai Republik untuk perombakan Undang-undang pajak AS yang akan juga termasuk pemotongan pajak perusahaan.

Sesaat sebelum berita the Fed, anggota Kongres dari Partai Republik mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan mengenai undang-undang perpajakan dan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mendorong upaya penurunan pajak perusahaan menjadi 21 persen.

"Pasar ekuitas juga bereaksi terhadap kemungkinan bahwa Kongres mungkin memiliki rencana pajak yang diungkapkan ke Presiden pada akhir tahun," kata Quincy Krosby, kepala analis pasar Prudential Financial.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top