Mayoritas Sektor Tertekan, IHSG Menyerah di Zona Merah

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (11/12/2017), seiring dengan pelemahan mayoritas sektor.
Renat Sofie Andriani | 11 Desember 2017 16:51 WIB
Pengunjung beraktivitas di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (11/12/2017), seiring dengan pelemahan mayoritas sektor.

IHSG ditutup turun tipis 0,07% atau 4,32 poin di level 6.026,63. Pagi tadi, IHSG dibuka menguat 0,21% atau 12,39 poin di level 6.043,34, setelah pada perdagangan Jumat (8/11) mampu mencatatkan rebound dengan penguatan 0,40% atau 24,12 poin di level 6.030,96.

Melanjutkan penguatan di awal perdagangan, pergerakan IHSG berbalik melemah menjelang akhir sesi I dan bergerak fluktuatif hingga ditutup. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.024,04 – 6.052,51.

Dari 565 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 122 saham menguat, 223 saham melemah, dan 220 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor tambang dan industri dasar yang masing-masing turun 1,89% dan 0,91%. Adapun empat sektor lainnya menguat, dipimpin sektor aneka industri yang menanjak 1,59%.

Berbanding terbalik dengan IHSG, pergerakan indeks Bisnis-27 mampu berakhir di zona hijau untuk perdagangan hari kedua berturut-turut. Indeks Bisnis-27 ditutup naik 0,36% atau 1,94 poin di posisi 547,90.

Sementara itu, mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara menguat dengan indeks SE Thailand (+0,18%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,07%), dan indeks PSEi Filipina (+0,65%). Adapun indeks FTSE Malay KLCI turun 0,10%.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup menguat 0,53% dan 0,56%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir naik 0,30%.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir menguat 0,98% dan 1,65%, Indeks Hang Seng Hong Kong juga ditutup menguat 1,14%.

Dilansir Bloomberg, penguatan mayoritas bursa Asia ditopang data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang mengangkat optimisme dalam pertumbuhan global.

Data kepegawaian di AS naik lebih besar dari perkiraan pada bulan November, sedangkan tingkat pengangguran bertahan di level terendah dalam 17 tahun. Data tersebut semakin membuka jalan bagi penaikan suku bunga AS lanjutan pekan ini.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BUMI

-14,17

MAYA

-8,89

UNTR

-1,37

KLBF

-2,09

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+2,08

HMSP

+1,38

ASII

+1,82

BDMN

+3,18

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top