WTI Melemah, Batu Bara Akhiri Reli Penguatan Dua Hari

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,5% atau 0,45 poin di US$89,90/metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 November 2017 07:43 WIB
Penambangan batu bara. - Bloomberg/George Frey

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (27/11/2017), menyusul pelemahan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Senin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup melemah 0,5% atau 0,45 poin di US$89,90/metrik ton.

Pelemahan harga batu bara pada perdagangan kemarin mengakhiri reli penguatan selama dua hari berturut-turut sebelumnya.

Melemahnya harga batu bara ini sejalan dengan penurunan harga minyak mentah menyusul kenaikan jumlah rig di Amerika Serikat (AS) serta berlanjutnya ketidakpastian seputar strategi OPEC untuk memperpanjang upaya pemangkasan pasokan.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari ditutup di US$58,11 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah melemah ke level rendah intraday di US$57,55.

Kabar tentang penurunan jumlah persediaan minyak mentah sebesar 2 juta barel di Cushing pekan lalu membantu memacu rebound pada pertengahan hari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Januari ditutup di US$63,84 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, setelah naik 1,8% pekan lalu.

Harga minyak AS turun 2,4% di New York setelah naik 1,6% pada perdagangan Jumat ke level tertingginya sejak Juni 2015. Menurut sumber terkait, OPEC dan Rusia, mitra dalam kesepakatan pembatasan produksi minyak, telah menciptakan garis besar kesepakatan untuk memperpanjang upaya pembatasan hingga akhir tahun depan.

Namun, tetap ada keraguan seputar jumlah pengurangan produksi setelah kesepakatan saat ini berakhir pada bulan Maret, berikut strategi yang akan diterapkan kelompok ini. Turut menambah sentimen negatif terhadap pasar minyak, para pengebor menargetkan menambah sembilan rig pekan lalu.

“Apa yang kita lihat adalah keraguan menjelang pertemuan OPEC [pekan ini]. Setelah kegembiraan selama tiga pekan, investor sekarang semakin gugup. Itu akan menjadi pendorong dominan terlepas dari data fundamental mingguan,” kata Ashley Petersen, analis pasar minyak di Stratas Advisors, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (28/11/2017).

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

27 November

89,90

(-0,50%)

24 November

90,35

(+1,23%)

23 November

89,25

(+1,19%)

22 November

88,20

(-0,95%)

21 November

89,05

(-0,06%)

 

 

  

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top