Pelita Samudera Shipping Incar Rp135 Miliar Dari IPO

PT Pelita Samudera Shipping Tbk.akan melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 1 miliar saham baru di harga penawaran senilai Rp135 per saham.
Emanuel B. Caesario | 24 November 2017 21:17 WIB
Karyawan mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (9/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pelita Samudera Shipping Tbk.akan melantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 1 miliar saham baru di harga penawaran senilai Rp135 per saham.

Berdasarkan pengumuman resmi di laman Kustodian Setral Efek Indonesia Jumat (24/11/2017), perseroan telah memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 23 November 2017 kemarin. Dengan demikian, penawaran umum sudah bisa dilaksanakan pada 27-29 November 2017.

Dengan harga penawaran sebesar Rp135 per saham, artinya perseroan akan mengantongi dana segar senilai Rp135 miliar. Saham perseroan targetnya sudah akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2017 mendatang.

Jumlah saham baru yang dilepas perseroan ke publik sebanyak 1 miliar saham akan setara dengan 20% modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi initial public offering ini usai.

Saham perseroan yang dilepas ke publik merupakan saham biasa yang diambil dari portepel dengan nominal Rp100 per saham.

Perseroan akan melaksanakan program kepemilikan saham oleh karyawan perseroan melalui Employee Stock Allocation (ESA) dengan mengalokasikan sebesar 1% dari jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO ini atau sebesar 10,6 juta saham kepada karyawannya.

Harga pelaksanaan saham ESA akan sama dengan harga IPO. Perseroan juga akan menerbitkan opsi saham melalui program Management Stock Option Plan (MSOP) sebanyak-banyaknya sebesar 4,73% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah pelaksanaan IPO ini atau sebanyak-banyaknya 250 juta saham.

Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini yakni PT BCA Sekuritas. Sementara itu, para penjamin emisi efek yakni PT Phillip Sekuritas Indonesia, PT Erdikha Elit Sekuritas, PT Shinhan Sekuritas Indonesia, dan PT KGI Sekuritas Indonesia.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan sebelumnya, manajemen perseroan mengungkapkan bahwa 60% dari dana IPO ini akan digunakan untuk belanja modal, yakni membeli satu kapal mother vessel senilai US$8 juta atau setara Rp108,28 miliar. Pembelian kapal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas armada perseroan.

Sementara itu, 20% akan digunakan untuk membayar utang di UOB Singapura dan 20% untuk pembiayaan modal kerja yaitu pembelian bahan bakar, suku cadang dan pemeliharaan (maintenance).

Pemegang saham perseroan sebelum IPO yakni Kendilo Pte. Ltd. sebanyak 36,53%, PT Indoprima Marine 59% dan Berty Ekel 4,47%.

Tag : ipo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top