Stok Gandum Masih Membengkak

Persediaan gandum global pada akhir Oktober 2017 diprediksi membengkak mencapai 268,13 juta ton, naik 1,04% dari 256,58 juta ton pada bulan sebelumnya.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 26 Oktober 2017  |  21:25 WIB
Stok Gandum Masih Membengkak
Ladang gandum -

Bisnis.com, JAKARTA – Persediaan gandum global pada akhir Oktober 2017 diprediksi membengkak mencapai 268,13 juta ton, naik 1,04% dari 256,58 juta ton pada bulan sebelumnya.

Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat/ United States Department of Agriculture (USDA) dalam rilis datanya memaparkan, proyeksi rata-rata produksi gandum global meningkat, paling tidak dari bulan sebelumnya.

Proyeksi jumlah produksi sepanjang Oktober mencapai 751,19 juta ton, naik 0,99% dari bulan sebelumnya sebesar 744,85 juta ton. Adapun jumlah kelebihan stok pada akhir September atau awal Oktober sebesar 256,58 juta ton.

Peningkatan ini terutama disokong oleh produksi dari Rusia, Uni Eropa, dan India. Rinciannya, produksi Rusia naik sebesar 1 juta ton menjadi 82 juta ton. Angka ini meningkat dari tahun lalu sejumlah 72,5 juta ton. Sementara itu, produksi Uni Eropa naik 2,17 juta ton menjadi 151,04 juta ton. Adapun produksi India meningkat sebesar 2,38 juta ton menjadi 98,38 juta ton.

Di samping itu, Australia yang saat ini mengalami gangguan produksi akibat kondisi kering di Timur Australia hanya memproduksi 21,5 juta ton, atau turun 1 juta ton dari bulan sebelumnya. Angka ini lebih rendah 40% dari tahun lalu sebesar 35,56 juta ton.

“Produksi dari ketiga negara ini (Rusia, Uni Eropa, dan India) telah mampu menyeimbangi berkurangnya produksi di Australia,” katanya dalam rilis data yang dikutip Bisnis.com, Kamis (26/10).

Kendati demikian, USDA tetap mencatat adanya pembengkakan pasokan gandum global, yakni mencapai 268,13 juta ton, naik tipis 1,04% dari jumlah kelebihan pasokan pada bulan sebelumnya sebesar 256,58 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gandum, komoditas pertanian

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top