Bursa Asia Catat Kenaikan Terbesar, IHSG Menguat Hari Ketiga

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (18/9/2017), di tengah reli bursa saham di kawasan Asia.
Renat Sofie Andriani | 18 September 2017 16:49 WIB
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (18/9/2017), di tengah reli bursa saham di kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 0,21% atau 12,22 poin di level 5.884,61, setelah dibuka dengan kenaikan 0,05% atau 2,72 poin di posisi 5.875,11.

Meskipun mampu memperpanjang penguatannya dengan dibuka di zona hijau, IHSG terpantau berbalik ke zona merah di awal perdagangan. Pergerakannya masih terkoreksi menjelang tutup dagang namun berhasil kembali meraih tenaganya di akhir perdagangan.  

Adapun pada perdagangan Jumat (15/9), IHSG ditutup naik 0,35% atau 20,39 poin di level 5.872,39. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.851,22 – 5.884,61.

Dari 559 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 151 saham menguat, 155 saham melemah, dan 253 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor tambang (+1,34%) dan properti (+1,25%). Adapun tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin sektor industri dasar yang melemah 0,67%.

IHSG menguat saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara juga menguat, di antaranya indeks SE Thailand (+0,69%), indeks PSEi Filipina (+1,38%), dan indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,02%), sedangkan indeks FTSE Malay KLCI turun 0,15%.

Secara keseluruhan, bursa saham Asia naik lebih dari satu persen hari ini, kenaikan terbesar dalam dua bulan, mengekor performa Wall Street. Pada penutupan perdagangan Jumat (15/9), sejumlah indeks saham acuan AS di Wall Street mencetak rekor baru di tengah optimisme bahwa AS akan mengupayakan resolusi perdamaian dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

Indeks MSCI Asia Pasifik selain Jepang bertambah 1% pada pukul 4.39 sore waktu Hong Kong untuk diperdagangkan di kisaran level tertingginya sejak Desember 2007.

Indeks saham acuan di Filipina, Korea Selatan, dan Hong Kong menjadi pendorong terbesar terhadap penguatan bursa Asia hari ini, masing-masing dengan kenaikan lebih dari satu persen.

Pada akhir perdagangan Jumat (15/9), indeks S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 2.500, sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average membukukan rekor barunya.

Penguatan saham Asia didorong meredanya ketegangan seputar uji coba rudal Korea Utara. Fokus investor saat ini tertuju pada data ekonomi AS serta pertemuan kebijakan The Fed pekan ini.

Para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan akan mengumumkan dimulainya pengurangan neraca bank sentral AS tersebut senilai US$4,5 triliun, seraya mempertahankan suku bunga acuannya.

“Bagi pasar, rekor yang dicatat indeks saham AS pada penutupan perdagangan Jumat menetapkan pasar Asia ke awal yang kuat pekan ini,” ujar Rob Carnell, kepala riset di ING Groep NV dalam risetnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,17% atau 0,86 poin di 521,20, setelah dibuka dengan kenaikan 0,09% di posisi 520,82.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,29

BBRI

+1,01

BBCA

+0,53

TLKM

+0,43

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TPIA

-3,01

SMBR

-8,20

BMRI

-0,75

PGAS

-5,54

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, bursa asia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top