Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Shanghai Composite & CSI 300 Terkoreksi, Pasar Tunggu Data PDB

Pelemahan sejumlah indeks saham acuan China sedikit terkikis pada akhir perdagangan hari ini (Senin, 10/7/2017), di saat para investor menantikan katalis baru menjelang rilis data ekonomi terbaru pekan depan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Juli 2017  |  15:30 WIB
Indeks Shanghai Composite & CSI 300 Terkoreksi, Pasar Tunggu Data PDB
Bursa Shanghai Composite Index - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan sejumlah indeks saham acuan China sedikit terkikis pada akhir perdagangan hari ini (Senin, 10/7/2017), di saat para investor menantikan katalis baru menjelang rilis data ekonomi terbaru.

Indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir turun tipis 0,06% atau 2,24 poin ke 3.653,69, setelah dibuka dengan pelemahan 0,22% di posisi 3.647,94.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite ditutup turun 0,17% ke level 3.212,63, setelah dibuka dengan pelemahan 0,30% di posisi 3.208,46. 

Pasar mengabaikan data inflasi China bulan Juni, yang sejalan dengan harapan serta tidak banyak mengubah pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi akan melesu setelah kuartal pertama yang solid.

Indeks harga produsen China menguat 5,5% bulan lalu, sementara indeks harga konsumen naik 1,5%  pada Juni dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

“Dengan melambatnya pertumbuhan kredit yang cenderung membebani aktivitas ekonomi pada kuartal mendatang, inflasi akan mulai turun lagi,” papar ekonom Capital Economics China, Julian Evans-Pritchard, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam komentarnya pada hari Jumat (7/7), Perdana Menteri China Li Keqiang terdengar optimistis mengenai prospek tersebut bahkan saat dia mengakui ekonomi masih menghadapi banyak kesulitan.

Sebagian besar ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melesu dalam beberapa kuartal ke depan, seiring melambatnya sektor real estat utama. Sementara itu, tindakan pemerintah Beijing terhadap risiko utang meningkatkan biaya pendanaan di lingkungan pendanaan yang umumnya ketat.

Pada 17 Juli, China akan merilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua, bersamaan dengan produksi industri Juni, penjualan ritel dan investasi aset tetap Januari-Juni.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china indeks shanghai composite
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top