IHSG Sukses Perbarui Rekor Jelang Libur Panjang

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bangkit sekaligus menorehkan rekor baru pada perdagangan terakhir jelang libur Idul Fitri, Kamis (22/6/2017).
Renat Sofie Andriani | 22 Juni 2017 16:40 WIB
Pergerakan IHSG di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bangkit sekaligus menorehkan rekor baru pada perdagangan terakhir jelang libur Idul Fitri, Kamis (22/6/2017).

IHSG ditutup dengan kenaikan 0,19% atau 11,16 poin ke level 5.829,71, level penutupan tertinggi baru sepanjang masa.

Pagi tadi IHSG dibuka menguat 0,21% di posisi 5.830,98, namun kemudian tergelincir ke zona merah hingga menjelang penutupan perdagangan hari ini.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG telah bergerak di kisaran 5.804,60 – 5.831,34.

IHSG mampu memperbarui rekornya setelah pada perdagangan Rabu (21/6) ditutup menguat 0,46% atau 26,65 poin di level 5.818,55.

Dari 555 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 151 saham menguat, 171 saham melemah, dan 233 saham stagnan.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor pertanian (+2,63%) dan industri dasar (+1,03%). Adapun empat sektor lainnya melemah, dipimpin oleh sektor infrastruktur (-0,40%).

IHSG berakhir menguat di saat mayoritas bursa saham lainnya di Asia Tenggara juga bergerak positif dengan indeks SE Thailand (+0,34%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,26%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,10%), sedangkan indeks PSEi Filipina turun 0,36%,

Di kawasan Asia lainnya, pelemahan bursa saham Jepang berlanjut pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, seiring penguatan kinerja mata uang yen yang berpotensi menekan prospek laba eksportir.

Indeks Kospi ditutup menguat 0,54% atau 12,84 poin ke level 2.370,37, mengakhiri pelemahan yang dibukukannya selama dua hari perdagangan berturut-turut, bersama dengan rebound mata uang won.

Pergerakan indeks saham bluechip China mampu menyentuh level tertinggi baru dalam 18 bulan, ditopang oleh antusiasme seputar keputusan MSCI untuk menyertakan saham-saham daratan utama China ke dalam salah satu indeks acuan untuk investor global.

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir terkoreksi pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, di saat investor mencermati dampak potensial dari keputusan MSCI untuk menyertakan lebih banyak saham daratan China dalam indeks acuannya.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup turun tipis 0,03% atau 0,17 poin ke 520,67, setelah dibuka dengan kenaikan 0,26% di posisi 522,21.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

TPIA

+4,09

PLIN

+16,19

HMSP

+0,52

CPIN

+2,92

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

POWR

-13,78

BBCA

-0,55

UNVR

-0,41

BDMN

-2,91

 Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, idul fitri
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top