Akhir Penantian Panjang Bursa China Masuk Indeks MSCI

Bursa saham China berhasil melakukan langkah yang besar pada Rabu (21/6/2017). Pasalnya, penyedia indeks MSCI di AS memutuskan memasukkan saham-saham China ke dalam indeks acuan MSCI emerging market.
Yustinus Andri DP | 21 Juni 2017 16:17 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Bursa saham China berhasil melakukan langkah yang besar pada Rabu (21/6/2017). Pasalnya, penyedia indeks MSCI di AS memutuskan memasukkan saham-saham China ke dalam indeks acuan MSCI emerging market.

Sejumlah investor menilai, keputusan ini menjadi salah satu tonggak besar bagi pemerintah China untuk masuk ke pasar investasi global. Sebelumnya, selama tiga tahun berturut-turut, MSCI selalu menolak permintaan bursa China untuk masuk ke indeks acuan MSCI emerging market.

MSCI dalam hal ini sepakat untuk memasukkan saham-saham kelas A yang terdaftar di Shanghai dan Shenzhen. Lembaga penyedia indeks di AS tersebut mengatakan, bahwa keputusannya untuk memasukkan saham-saham kelas A tersebut, telah melalui banyak pertimbangan dan mendapat banyak dukungan dari sejumlah pihak.

"Mengingat ukuran dan kepentingan China sebagai negara adidaya ekonomi, saya pikir ini adalah momen bersejarah," Kevin Anderson, Senior Managing Director senior State Street Global Advisors, seperti dikutip dari Reuters Rabu, (21/6/2017).

Anderson juga melihat, masuknya saham Chinda dalam MSCI tersebut tidak hanya berisifat simbolis saja. Dia memperkirakan akan ada aliran modal tambahan dari dan menuju Negeri Panda. Alhasil, kondisi tersebut berpotensi menciptakan segmen bisnis baru bagi investor institusi di pasar China.

Sesuai rencana, MSCI akan memasukkan 222 saham dengan nilai kapitalisasi besar atau kelas A secara bertahap pada tahun depan. Proses tersebut diperkirakan akan menyedot dana segar senilai US$400 miliar ke China selama sepuluh tahun.

Adapun, dana-dana tersebut berasal dari perusahaan manajemen aset, dana pensiun, dan asuransi. sebagai dampaknya. Sebagai dampak masuknya bursa China tersebut, indeks MSCI Emeging Market diprediksi akan menguat hingga 40% selama beberapa tahun ke depan.

Saat ini sendiri, nilai total saham-saham kelas A di bursa Shanghai dan Shenzhen mencapai US$7,5 triliun. Jumlah tersebut membuat nilai aset gabungan kedua bursa tersebut hanya terpaut tipis di bawah New York Stock Exchange dan Nasdaq. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indeks msci asia pacific, bursa asia, bursa china

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top