Libya Tingkatkan Output, WTI Kembali Melemah

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, ditutup melemah 1,2% atau 0,54 poin ke level US$44,20 per barel di New York Mercantile Exchange.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Juni 2017 07:34 WIB
Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah melemah pada perdagangan Senin (19/6/2017), karena pengebor AS terus menambahkan anjungan pengeboran dan Libya meningkatkan output.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli, ditutup melemah 1,2% atau 0,54 poin ke level US$44,20 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak jenis Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,46 poin ke level US$46,91 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Bob Yawger, direktur divisi berjangka di Mizuho Securities USA Inc, mengatakan kenaikan persediaan minyak mentah dan bensin tidak dapat dihindari.

"Pasar hanya membutuhkan alasan untuk membeli minyak, tapi Anda tidak dapat benar-benar melakukannya sebelum rilis data persediaan hari Rabu,” ujarnya, seperti dikutip Bloomberg.

Output minyak Libya mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir setelah kesepakatan dengan Wintershall AG memungkinkan setidaknya dua kilang melanjutkan produksi..

Sementara itu, pengebor di AS. Menambah enam anjungan pengeboran baru pekan lalu, sehingga jumlah anjungan aktif mencapai 747, tingkat tertinggi sejak April 2015, menurut data Baker Hughes Inc. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga minyak mentah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top