VIVA Cetak Pendapatan Rp2,68 Triliun Pada 2016

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), induk perusahaan PT Intermedia Capital Tbk (IDX: MDIA), ANTV, tvOne dan viva.co.id, mencatatkan pendapatan Rp2,68 triliun pada 2016 atau tumbuh 27% dibandingkan dengan tahun lalu Rp.2,11 triliun.
Fajar Sidik | 29 Maret 2017 12:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), induk perusahaan PT Intermedia Capital Tbk (IDX: MDIA), ANTV, tvOne dan viva.co.id, mencatatkan pendapatan Rp2,68 triliun pada 2016 atau tumbuh 27% dibandingkan dengan tahun lalu Rp.2,11 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan VIVA di Industri yang mencapai 27%, lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata industri sebesar 22% YoY,”jelas Presiden Direktur VIVA Anindya N.Bakrie, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (29/3).

Dia menjelaskan peningkatan pendapatan VIVA diikuti juga dengan peningkatan EBITDA. Yang mencapai Rp858 miliar atau tumbuh 37% (YoY). “Seiring peningkatan EBITDA tersebut, marjin EBITDA VIVA tahun 2016 mencapai 32% dibandingkan periode 2015 yang 29,8% YoY. Kami akan berusaha untuk terus meningkatkan marjin EBITDA VIVA,” tambah Anin.

Kinerja VIVA tahun 2016 ditopang keberhasilan VIVA meningkatkan audience shares selama, di mana ANTV sebagai stasiun televisi hiburan unggulan yang meraih peringkat ke-2 TV Free
To Air dengan audience shares rata-rata 14,0 (Sumber Nielsen Media Research 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2016).

Bahkan pada Desember 2016, ANTV mencapai audience shares 15,8 dan terus meningkat pada Januari 2017 sebesar 17,3 serta Febuari 2017 sebesar 17,2. (Sumber AGB Nielsen, 1 Jan
2001 – 28 Feb 2017, TA : All People SEC).

Keberhasilan tersebut diklaim sebagai bukti bahwa program-program ANTV berhasil diterima dengan baik oleh segmen menengah ke atas. Sedangkan tvOne sejak pertama kali launching juga diklaim telah menjadi stasiun televisi berita No.1 di Indonesia.

Secara keseluruhan selama 2016 VIVA group meraih audience shares sebesar 19,4 untuk all people dan terus meningkat pada 2 bulan pertama tahun 2017 yaitu Januari 20,6 dan Februari 20,5 menjadikan VIVA sebagai grup media dengan pertumbuhan audience shares tertinggi di industri TV Free To Air 2 tahun terakhir. (Sumber Nielsen TA All People, 1 Jan – 28 Feb 2016, 1 Jan – 28 Feb 2017)

”Pertumbuhan pendapatan VIVA, khususnya ANTV adalah buah dari penerapan strategi yang ditetapkan oleh manajemen ANTV pada akhir kuartal ketiga 2013, yaitu mengubah fokus bidikan pemirsa menjadi wanita dan anak-anak.”

Sejak strategi ini diterapkan, ANTV secara konsisten berhasil meningkatkan TV Sharenya sampai saat ini, melalui penyajian program-program unggulan yang berkualitas yang tepat bagi
para pemirsanya dan pengiklan. “Diharapkan VIVA dan seluruh En_tas Anak dapat melanjutkan kinerja yang baik dimasa yang akan mendatang.”jelas Anindya N.Bakrie.

Analis pasar modal dari Bina Artha Securities Reza Priyambada menilai, pertumbuhan pendapatan VIVA ditopang oleh kinerja MDIA melalui entitas anaknya yaitu ANTV, dengan pemilihan program yang memiliki segmen tertentu di masyarakat.

Dia menjelaskan program-program acara yang dikemas oleh ANTV, memberikan warna tersendiri di mata masyarakat sehingga pada akhirnya berimbas pada peningkatan jumlah pangsa pemirsa yang memberikan peluang untuk mendapatkan pengiklan.

“Hal tersebut, secara tidak langsung dapat terlihat pada grafik di atas di mana ANTV masuk dalam top three atau Tier #1 Televisi Free To Air sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengiklan untuk mengiklankan produk barang maupun jasa yang akan dipromosikan, “ jelas Reza.

Sementara itu analis pasar modal dari Bahana Securities Henry Wibowo menyampaikan pertumbuhan belanja iklan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Misalnya pada kuartal III-2016, net advertising expenditure (adex) TV tumbuh 5% YoY lebih lambat dibandingkan pertumbuhan kuartal II/2016 yang mencatatkan pertumbuhan 11% YoY.

Hal ini sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2016 dibandingkan
dengan kuartal II periode itu. Namun Henry menilai, kinerja perusahaan media diprediksi pada tahun 2017 masih kinclong.

Menurutnya, belanja iklan bersih alias net advertising expenditure (adex) masih bisa
meningkat 10%. Di mana perusahaan media, terutama televisi, masih mendominasi belanja iklan dengan pertumbuhan positif. Di industri ini, belanja iklan televisi setara 64% total adex, diikuti dengan media cetak 19%, online 12%, media luar ruang 3% dan radio 2%.

Melihat pencapaian VIVA yang begitu agresif, ekonom yang juga analis dan pendiri LBP Enterprises Lucky Bayu Purnomo, memproyeksikan ke depan kelompok usaha VIVA akan tumbuh menjadi entitas media yang cukup solid karena VIVA memiliki karakteristik yang sangat kuat.

“Pertama tvOne sebagai TV yang berfokus pada berita dan olahraga, dan ANTV sebagai entertainment channel jadi saling melengkapi. Jadi dua hal itu yang memungkinkan kinerja grup VIVA ke depan akan cukup baik,” ujar Lucky.

Anindya N Bakrie menambahkan, kedepannya perkembangan dan sinergi yang ingin dicapai oleh Grup VIVA adalah untuk mendorong bisnis melalui digital, dan menggunakan viva.co.id sebagai pendukung ANTV dan tvOne.

Grup VIVA berpotensi untuk ditumbuhkembangkan dan tetap menjadi market leader di industri. ”Kami sangat percaya bahwa sinergi digital antar ANTV, tvOne dan viva.co.id adalah “winning formula” untuk pertumbuhan masa depan grup VIVA,” pungkas Anin.

Tag : viva group
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top