Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

KURS RUPIAH 23 MARET: Spot Ditutup Menguat Tipis 4 Poin

Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat hanya 0,01% atau 1 poin ke Rp13.328 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017). Bagaimana pergerakan rupiah pada hari ini, Kamis (23/3/3017)? Ikuti lajunya hingga penutupan secara live
Renat Sofie Andriani & Aprianto Cahyo Nugroho
Renat Sofie Andriani & Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Maret 2017  |  16:03 WIB
Rupiah. - .Bisnis/Nurul Hidayat
Rupiah. - .Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat hanya 0,01% atau 1 poin ke Rp13.328 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017).

Pada Rabu, Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.329 per dolar AS.

Rupiah pada perdagangan hari ini bakal mendapat dukungan dengan berlanjutnya pelemahan indeks dolar AS.

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya? Ikuti lajunya hingga penutupan secara live.

16:02 WIB

Pk 16.00 WIB: Spot Ditutup Menguat Tipis 4 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.325 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.320 – Rp13.335 per dolar AS.

15:26 WIB

Pukul 15.20 WIB: Spot Menguat Tipis Saat Kurs Asia Bervariasi

Nilai tukar rupiah terpantau menguat tipis 0,02% ke level Rp13.327 per dolar AS.

Pergerakan itu terjadi saat kurs Asia ditransaksikan bervariasi.

Adapun indeks dolar AS terpantau menguat 0,12% ke level 99,79.

14:16 WIB

Pk. 14.32 WIB: Rupiah Menguat 4 Poin ke 13.325

Rupiah menguat 4 poin atau 0,03% ke Rp13.325 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik 0,01% ke level 99,682.

12:17 WIB

Pk 11.58 WIB: IHSG Jeda Siang, Spot Melemah 1 Poin ke 13.330

Nilai tukar rupiah melemah tipis 0,01% atau 1 poin ke Rp13.330 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017).

10:19 WIB

Voting Perombakan Obamacare Makin Dekat, Indeks Dolar AS Rebound

Dolar AS bergerak naik dari level terendahnya dalam empat bulan terhadap mata uang yen pada perdagangan pagi ini (Kamis, 23/3/2017), meskipun upaya Presiden AS Donald Trump terhadap undang-undang kesehatan dapat membebani pemulihan pada greenback.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka dengan kenaikan 0,10% atau 0,100 poin di level 99,777.

Pergerakannya kemudian menguat 0,12% atau 0,118 poin ke level 99,795 pada pukul 08.20 WIB.

Bersama dengan penguatan dolar, nilai tukar yen pagi ini terpantau melemah 0,22% atau 0,24 poin ke posisi 111,41 per dolar AS.

Seperti dilansir Reuters, dolar harus berjuang sepanjang pekan ini di tengah berkembangnya keraguan atas kemampuan Trump untuk mendorong kebijakan ekonominya yang memicu penghindaran risiko serta memukul saham.

Sebagai akibat lebih lanjut, imbal hasil obligasi AS pun turun, mengikis daya tarik dolar.

Fokus langsung pasar keuangan adalah apakah Trump dapat meraih cukup dukungan dalam pemungutan suara untuk memenangkan pemungutan suara dalam pencabutan program Obamacare.

“Pemungutan suara atas Obamacare jadi tes lakmus untuk Trump. Jika ia tidak bisa meloloskan undang-undang (terhadap Obamacare), maka gerak saham akan berlanjut menurun. Hal ini juga menimbulkan risiko untuk kebijakannya yang lain, seperti pemotongan pajak, menjadi tertunda," kata Masafumi Yamamoto, chief forex strategies Mizuho Securities.

09:41 WIB

Mata uang Asean Plus Yen Kompak Melemah

Mata uang di Asia Tenggara kompak melemah, termasuk yen, di saat indeks dolar AS berbalik menguat pada pagi ini.

Yen melemah 0,23% ke 111,43 yen per dolar AS.

Mata uang Asean pun melemah, yaitu peso Filipina (-0,02%), dolar Singapura (-0,127%), baht Thailand (-0,237%), dan rupiah melemah 0,02% ke Rp13.331 per dolar AS

10:08 WIB

Indeks Dolar AS Menguat Pagi Ini

Indeks dolar AS menguat pagi ini.

Indeks dolar AS naik 0,14% ke 99,819

09:19 WIB

Tunggu Pengumuman Peringkat Utang Dari S&P

Samuel Sekuritas memprediksi rupiah masih bergerak positif pada perdagangan Kamis (23/3/2017).

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan indeks dolar AS semakin terkoreksi merespon buruknya data perumahan AS setelah sebelumnya tertekan oleh kekecewaan terhadap kebijakan ekonomi Trump.

Namun, reaksi kurs di pasar negara berkembang juga negatif akibat pelemahan indeks dolar yang diiringi oleh aksi jual di bursa saham global.

Adapun, rupiah melemah di perdagangan Rabu bersamaan dengan penguatan dolar di Asia tetapi relatif lebih stabil. Sentimen positif terjaga dengan S&P yang mengunjungi Indonesia di tengah harapan kenaikan peringkat utang ke layak investasi.

“Sentimen positif diperkirakan masih akan meliputi rupiah,” katanya dalam riset tertulis.

09:15 WIB

Jadwal Realisasi Reformasi Trump Mulai Dipertanyakan, Indeks Dolar AS Melemah

Bisnis.com, JAKARTA- Indeks dolar Amerika melemah pada penutupan perdagangan Rabu atau Kamis pagi.

Indeks dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (22/3/2017) melemah 0,14% ke 99,677.

Indeks dolar AS melemah di saat mata uang yen menguat, menyusul meningkatnya risiko global terkait kekhawatiran atas potensi penundaan rencana stimulus fiskal Presiden AS Donald Trump.

Pasar mengkhawatirkan keterlambatan penyusunan RUU Reformasi AS, antara lain terkait kesehatan.

Sementara itu, pound sterling melemah menyusul insiden teror London dekat gedung parlemen.

 

09:12 WIB

Pk 08.47 WIB: Spot Menguat 3 Poin ke 13.326

Nilai tukar rupiah menguat tipis 0,02% atau 3 poin ke Rp13.326 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017).

08:13 WIB

Pk 08.00 WIB: Spot Dibuka Menguat 1 Poin ke 13.328

Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat hanya 0,01% atau 1 poin ke Rp13.328 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (23/3/2017).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top