Rentan Profit Taking, Indeks Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Di akhir sesi I, IHSG melemah 0,36% atau 20,15 poin ke level 5.520,28, setelah dibuka dengan kenaikan 0,22% atau 11,96 poin di level 5.552,39.
Renat Sofie Andriani | 20 Maret 2017 12:20 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/4). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (20/3/2017).

Di akhir sesi I, IHSG melemah 0,36% atau 20,15 poin ke level 5.520,28, setelah dibuka dengan kenaikan 0,22% atau 11,96 poin di level 5.552,39.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di kisaran 5.520,28 - 5.566,93.

Sebanyak 127 saham menguat, 154 saham melemah, dan 259 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor perdagangan (-0,86%) dan aneka industri (-0,85%).

Adapun, sektor finansial menjadi satu-satunya sektor yang bergerak positif dengan penguatan 0,40%.

Di bursa regional, indeks FTSE Malay KLCI naik 0,19%, indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,58%, indeks SE Thailand menguat 0,26%, sedangkan indeks PSEi Filipina melandai 0,23%.

PT Sinarmas Sekuritas memprediksi IHSG akan rentan terhadap aksi profit taking pada perdagangan hari ini.

Dipaparkan oleh tim riset Sinarmas Sekuritas, setelah mengalami kenaikan yang cukup fantasis pekan lalu lalu, IHSG diperkirakan akan rentan terhadap aksi profit taking terutama kategori bluechip.

Sentimen negatif berpeluang berkembang dari hasil pertemuan G20 yang gagal mempertahankan komitmen anti-proteksionisme.

Adapun, Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di tengah kenaikan bunga the Fed mengindikasikan makro ekonomi kita yang stabil didukung oleh terjaganya current account defisit dan juga inflasi yang relatif rendah.

Tahun ini, prediksi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga minimal sekali sesuai dengan ritme kenaikan suku bunga the Fed.

“Kami masih merekomendasi investor untuk melakukan profit taking ketika indeks di atas 5.500 walaupun target akhir tahun indeks kita di 5.900,” papar tim dalam riset.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,19% atau 25 poin ke Rp13.320 per dolar AS pada pukul 12.04 WIB.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah telah bergerak di kisaran 13.312-13.344.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top