Kereta Cepat Tidak Ganggu Bisnis Travel CPGT

Emiten transportasi PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. menilai beroperasinya kereta cepat Jakarta—Bandung nantinya tidak akan terlalu signifikan mengganggu bisnis travel dan shuttleperseroan untuk jalur Jakarta—Bandung.
Emanuel B. Caesario | 20 Maret 2017 20:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten transportasi PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. menilai beroperasinya kereta cepat Jakarta—Bandung nantinya tidak akan terlalu signifikan mengganggu bisnis travel dan shuttleperseroan untuk jalur Jakarta—Bandung.

Leonard Stephen Jonatan, Former President Director Citra Maharlika Nusantara Corpora mengatakan, selama ini bisnis travel dan shuttle rute Jakarga—Bandung menjadi penopang utama perseroan.

Menurutnya, dibandingkan lini bisnis lainnya, seperti taksi, sewa alat berat dan penjualan tiket, lini tersebut menyumbang pendapatan terbesar. Taksi dan penjualan tiket terpukul oleh aplikasi teknologi informasi, sementara bisnis alat berat masih lesu seiring kinerja penjualan komoditas yang lesu.

Leonard mengatakan, meski rute Jakarta—Bandung menjadi rute utama perseroan, emiten dengan kode CPGT tersebut meyakini permintaan jasa travel masih akan tetap kuat untuk rute itu setelah ada kereta cepat Jakarta—Bandung.

Pihaknya tidak terlalu kuatir karena titik henti antara jasa CPGT dengan kereta cepat berbeda. CPGT lebih fleksibel daripada kereta cepat, walaupun kereta cepat lebih ungul dari segi waktu tempuh.

“Saya kira waktu total yang dibutuhkan akan sama saja karena harus diperhitungkan juga waktu tempuh orang menuju stasiunnya di Halim, Jakarta. Turunnya juga di Gedebage, padahal saya yakin 90% orang ke Bandung ingin ke Pasteur atau Lembang. Jadi, butuh waktu lagi, sementara kita langsung dari outlet terdekat,” katanya usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Senin (20/3/2017).

Leonard baru saja dicopot dari posisinya sebagai presiden direktur CPGT oleh para pemegang saham dalam RUPSLB tersebut. Posisinya kini ditempati Gregorius Kawulusan. Leonard mengatakan, keputusan selanjutnya terkait strategi bisnis CPGT untuk memperkuat rute Jakarta—Bandung akan ditentukan direksi baru.

“Kalau direksi lama, kita fokusnya di shuttle dan travel karean itu yang prospeknya paling bagus. Namun, direksi baru yang akan menentukan arah bisnis ke depan akan seperti apa,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cpgt, pt cipaganti citra graha tbk. (cpgt)

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top