Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Salim Ivomas Pratama (SIMP) Naik 4,98%

PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) mencatat kenaikan penjualan sebesar 4,98% pada 2016 dibandingkan dengan penjualan 2015.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 01 Maret 2017  |  10:16 WIB
Penjualan Salim Ivomas Pratama (SIMP) Naik 4,98%
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten sawit, PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) mencatat kenaikan penjualan sebesar 4,98% pada 2016 dibandingkan dengan penjualan 2015.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2016 yang dipublikasikan Rabu (1/3/2017), tercatat penjualan perseroan pada 2016 sebesar Rp14,53 triliun atau naik 4,98% dari Rp13,84 triliun di 2015. Kenaikan penjualan tersebut seiring kenaikan penjualan dari divisi minyak & lemak nabati (EOF) serta peningkatan harga jual rata-rata produk sawit dan gula.

Adapun, laba bruto naik 11,29% menjadi Rp3,45 triliun pada 2016 dari Rp3,10 triliun di 2015 dengan marjin laba bruto sebesar 24% terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan gula. Hal tersebut dapat mengimbangi penurunan volume penjualan.

Laba usaha naik 25,77 % menjadi Rp2,05 triliun pada 2016 dengan marjin laba usaha sebesar 14% terutama seiring dengan kenaikan laba bruto, penurunan beban umum dan administrasi, penurunan beban operasi lain dan kenaikan penghasilan operasi lain, di mana hal ini sebagian dapat mengimbangi kenaikan beban penjualan dan distribusi.

Sementara itu, perseroan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp538,33 miliar, atau meningkat 103,53% dari Rp264,49 miliar di 2015. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan laba usaha serta adanya laba selisih kurs, namun hal ini sebagian diimbangi oleh kenaikan beban pajak penghasilan.

Mark Wakeford, Direktur Utama Grup SIMP mengatakanengaruh El-Nino pada t2015 mempengaruhi pencapaian produksi TBS inti dan CPO pada 2016 yang turun masing-masing sebesar 13% dan 17%  yoy menjadi 2,98 juta ton dan 833.000 ton.

“Meskipun produksi mengalami penurunan, pada tahun 2016 kami dapat membukukan kenaikan 33% pada EBITDA menjadi Rp3,33 triliun serta kenaikan 104% pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp538 miliar,” katanya dalam keterbukaan informasi.

Hal ini terutama seiring pemulihan harga-harga komoditas serta adanya laba selisih kurs. Perseroan mencatat peningkatan lahan Tanaman Menghasilkan (TM) kelapa sawit dari lahan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seluas lebih dari 18.000 hektar pada tahun 2016 serta masih terdapat sekitar 44.000 hektar lahan TBM kelapa sawit untuk mendukung pertumbuhan produksi kelapa sawit di masa depan.

Seiring dengan peningkatan produksi kelapa sawit, saat ini perseroan dalam tahap pembangunan 3 Pabrik Kelapa Sawit (PKS), dimana 2 PKS diperkirakan akan selesai pada tahun 2017 dan 1 PKS akan selesai pada tahun 2018.

Untuk bisnis Minyak & Lemak Nabati, perseroan mencatat peningkatan volume penjualan yang kuat pada  2016. “Untuk mendukung peningkatan permintaan, kami dalam tahap ekspansi fasilitas penyulingan di Surabaya sebesar 300.000 ton per tahun yang diperkirakan akan selesai pada kuartal 4 tahun 2017.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

salim ivomas
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top