Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Intiland Development Ingin Bangun Maja 2 Tahun Lagi

Emiten properti PT Intiland Development Tbk. (DILD) berencana mulai menggarap pengembangan properti residensial di Kota Baru Maja, Banten, dalam dalam satu tahun hingga dua tahun mendatang.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 24 Februari 2017  |  23:13 WIB
Graha Natura Intiland - intiland.com
Graha Natura Intiland - intiland.com

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Intiland Development Tbk. (DILD) berencana mulai menggarap pengembangan properti residensial di Kota Baru Maja, Banten, dalam dalam satu tahun hingga dua tahun mendatang.

Theresia Rustandi, Sekretaris Perusahaan Intiland mengatakan, sejauh ini perusahaan terus melakukan persiapan untuk pengembangan di Maja, tetapi keputusan untuk segera memulai proyek di sana sejauh ini belum diambil.

Menurutnya, tantangan utama pengembangan kawasan Maja adalah belum adanya aktivitas ekonomi sebagai motor penggerak pengembangan kawasan. Alhasil, para penghuni di Maja masih mengandalkan kota penyangga lainnya sebagai sumber penghidupan. Hal tersebut tidak ideal bagi sebuah kota baru.

“Suatu daerah tidak bisa dikembangkan hanya dengan perumahan. Harus dipikirkan sumber kehidupan di sana penggeraknya apa? Apakah kota berbasis industri, atau apa? Tidak mungkin kita bikin untuk mereka terus bolak-balik Jakarta. Maja itu jauh,” katanya, dikutip Jumat (24/2/2017).

Intiland sedikitnya memiliki 1.100 hektar lahan di Maja. Theresia mengatakan, posisi cadangan lahan DILD tersebut lokasinya cukup jauh dari stasiun kereta api Maja, yang praktis saat ini menjadi satu-satunya infrastruktur akses menuju Jakarta.

Oleh karena itu, DILD baru akan memulai pembangunan setelah pengembang lainnya yang memiliki lahan di sekitar stasiun untuk merampungkan proyek hunian mereka. Dalam hal ini yakni PT Hanson International Tbk. (MYRX) yang kini tengah bekerjasama dengan Ciputra Group membangun kota Citra Maja Raya.

“Kita tidak berpikir akan mulai terlalu lama hingga lima tahun atau sepuluh tahun. Mestinya dalam satu [tahun]-dua tahun ini sudah bisa kita mulai. Mudah-mudahan,” katanya.

Sementara itu, DILD tetap menanti kejelasan masterplan yang dirancang pemerintah terhadap Maja, terutama arah pengembangan dan basis ekonomi yang ingin dibangun di sana. Hal ini jelas tidak mudah sebab juga membutuhkan adaptasi dari masyarakat yang sudah lama berdiam di sana.

Selain itu, stasiun Maja saat ini masih dilayani oleh jalur tunggal rel kereta api, belum sampai pengembangan rel ganda. Hal tersebut menyebabkan mobilitas ke Maja sejauh ini belum efektif, meskipun pemerintah sudah menjanjikan akan segera menggandakan jalur rel kereta ke Maja.

Saat ini, pemerintah juga masih dalam proses merampungkan pembangunan Bendungan Karian, Banten, yang akan menyelesaikan masalah pasokan air bersih di Maja selama ini. Pembangunannya selama ini cukup terhambat oleh masalah pembebasan lahan, sebab bendungan ini akan menenggelamkan sedikitnya 12 desa di Lebak, Banten.

“Kita harus tunggu sampai infrastrukturnya bagus. Kalau sudah bagus, pengembangannya akan merembet ke mana-mana, apalagi jika jadi dibangun bandara di sana,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intiland development dild
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top