Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BURSA CHINA 12 DESEMBER: Sektor Properti Tekan Indeks Shanghai Composite

Bursa saham China terjerembap paling tajam dalam enam bulan terakhir seiring memburuknya perkiraan kinerja pasar properti negeri itu dan pengetatan investasi ekuitas asuransi memicu aksi jual.
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 12 Desember 2016  |  13:22 WIB
BURSA CHINA 12 DESEMBER: Sektor Properti Tekan Indeks Shanghai Composite
Bursa China. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China terjerembap paling tajam dalam enam bulan terakhir seiring memburuknya perkiraan kinerja pasar properti negeri itu dan pengetatan investasi ekuitas asuransi memicu aksi jual.

Indeks Shanghai Composite anjlok 1,9% ke level 3.170,49 pada pukul 13.07 waktu setempat, mendekati level terendah sejak 13 Juni lalu.

Zhang Gang, Strategist Central China Securities Co., mengatakan pengetatan pendanaan asuransi melukai sentiment pasar karena target potensial untuk memicu kinerja saham sektor tersebut.

Selain itu “Minggu pertama Shenzen Link menunjukkan investor di kedua sisi relative tenang soal perkiraan oasar, sehingga tidak akan ada aliran besar ke broker,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Senin (12/12/2016).

Indeks acuan untuk sektor properti anjlok 3,9% setelah Presiden Direktur Vanke Co memprediksi penjualan rumah akan tergerus signifikan tahun depan. Indeks Hang Seng China Enterprises melemah1,3%, dan indeks Hang Seng turun 1,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china shanghai composite index
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top