PASAR OBLIGASI: Jangka Pendek, Tekanan di Pasar SUN Terbuka

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi ruang pelemahan surat utang negara (SUN) masih terbuka pada perdagangan Rabu (2/11/2016) hingga dalam jangka pendek.
Riendy Astria | 02 November 2016 08:59 WIB

 Bisnis.com, JAKARTA— Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi ruang pelemahan surat utang negara (SUN) masih terbuka pada perdagangan Rabu (2/11/2016) hingga dalam jangka pendek.

Ekonom Samuel sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan ada dua faktor masih menjaga imbal hasil SUN tetap tinggi, yaitu FOMC meeting yang akan memberikan petunjuk atas arah FFR target ke depan serta inflasi Indonesia yang berada di tren naik.

Walaupun kekhawatiran terhadap defisit fiskal mereda dan BI masih agresif melonggarkan kebijakan moneternya, biasanya dalam jangka pendek kenaikan imbal hasil, teruama karena faktor global, tidak akan terhindarkan melihat proporsi asing yang cukup besar di SUN. 

Menurutnya, FOMC meeting menjadi fokus saat ini dan akan dirilis kesimpulannya pada Kamis dini hari. Walaupun dipastikan FFR target tidak naik, tingkat kepercayaan diri Yellen untuk menaikkan FFR target di FOMC meeting Desember 2016 akan dilihat.

“Secara umum imbal hasil global masih di tren naik dan turunnya imbal hasil US Treasury bisa mencerminkan adanya efek flight to safety. Ruang pelemahan SUN masih ada dalam jangka pendek walaupun akan cenderung turun dalam jangka menengah,” katanya dalam riset.

Tag : Obligasi, surat utang negara
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top