INDEKS BEI 2 NOVEMBER: Bursa Asean Tertekan, IHSG Melemah Hingga Akhir Sesi I

Di akhir sesi I, IHSG melemah 0,10% atau 5,56 poin ke level 5.410,44, setelah dibuka turun tipis 0,02% atau 0,99 poin di posisi 5.415,02.
Renat Sofie Andriani | 02 November 2016 12:36 WIB
Suasana di sebuah kantor sekuritas - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut melemah hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016).

Di akhir sesi I, IHSG melemah 0,10% atau 5,56 poin ke level 5.410,44, setelah dibuka turun tipis 0,02% atau 0,99 poin di posisi 5.415,02.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG telah bergerak pada kisaran 5.398,79 - 5.420,36.

Sebanyak 102 saham menguat, 170 saham melemah, dan 266 saham stagnan dari 538 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor properti yang melemah 0,91% dan sektor pertanian yang turun 0,91%.

Adapun, dua sektor lainnya bergerak positif dipimpin oleh sektor tambang yang melesat 2,70%.

Sejalan dengan IHSG, pergerakan indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga melemah. Indeks FTSE Malaysia KLCI melandai 0,43%, indeks FTSE Straits Time Singapura turun 0,13%, indeks SE Thailand melemah 0,61%, sedangkan indeks PSEi Filipina drop 1,90%.

Dalam risetnya, Samuel Sekuritas Indonesia memprediksikan potensi pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini, seiring belum stabilnya sejumlah data makro ekonomi domestik.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memaparkan bursa AS kembali melemah setelah jejak pendapat terbaru menunjukan keunggulan Clinton atas Trumph yang semakin menurun, di mana hal tersebut dinilai mengkhawatirkan pasar keuangan. Ditambah dengan adanya rencana kenaikan suku bunga The Fed pada Desember 2016.

Sementara itu, bursa Eropa ditutup melemah didorong oleh kinerja Shire dan Standard Chartered yang membukukan kinerja dibawah estimasi. Saat ini pasar banyak terpengaruh pesimisme, di mana pasar membutuhkan lebih banyak katalis positif untuk dapat bergerak menguat.

Harga minyak turun kembali setelah ada spekulasi bahwa pasokan minyak AS naik sebesar 2 juta barel. Sementra itu, American Petroleum institute melaporakan pasokan minyak mentah AS naik 9,3 juta barel.

Dari pasar regional Asia, mayoritas dibuka mixed. “IHSG hari ini berpeluang melemah di tengah belum stabiliya sejumlah data makroekonomi domestik. Inflasi yang naik dan indeks manufaktur Indonesia yang turun menambah sentimen negatif untuk pasar,” papar riset tersebut.

Adapun, rupiah relatif stabil walaupun dolar AS melemah di pasar Asia. Pergerakan rupiah akan cenderung fluktuatif dalam jangka pendek dengan kecenderungan pelemahan.

Nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,18% atau 24 poin ke Rp13.071 per dolar AS pada pukul 12.05 WIB. 

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top