AKSI EMITEN 2 NOVEMBER: Berikut Ulasan Detail Enam Saham

Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah emiten menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016)
Linda Teti Silitonga | 02 November 2016 07:52 WIB
Mengamati pergerakan harga saham di Bursa efek indonesia. .Antara/ Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA— Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah emiten menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016).

Octavianus Marbun, Analis PT Waterfront Securities Indonesia dalam risetnya yang diterima hari ini, mengemukakan emiten tersebut adalah:

  • Rugi ADMG membesar menjadi US$29,11 juta

Rugi Polychem Indonesia Tbk (ADMG) mencapai US$29,11 juta hingga periode September 2016 naik dibandingkan rugi periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$11,61 juta. Penjualan bersih ADMG turun 15,34% menjadi US$202,53 juta dibandingkan penjualan bersih US$239,25 juta periode September tahun lalu. Beban pokok tercatat US$221,03 juta dari US$249,25 juta dan rugi kotor naik menjadi US$18,49 juta dari rugi kotor tahun sebelumnya US$9,97 juta. Sedangkan rugi sebelum pajak naik menjadi US$35,16 juta dari US$13,64 juta. Jumlah aset per September 2016 mencapai US$389,50 juta turun dari jumlah aset per Desember 2015 sebesar US$420,01 juta.

  • Laba bersih TSPC turun 11,7%

PT Tempo Scan Pasific Tbk (TSPC) meraih laba bersih Rp458,66 miliar hingga periode September 2016 turun 11,7% dibandingkan laba bersih Rp519,51 miliar periode sama tahun sebelumnya. Penjualan neto naik 13,1% menjadi Rp6,80 triliun dari Rp6,01 triliun sedangkan laba bruto tercatat Rp2,61 triliun naik dari Rp2,33 triliun. Sementara laba usaha turun menjadi Rp528,09 miliar dari Rp607,89 miliar, salah satunya karena kenaikan beban penjualan yang menjadi Rp1,67 triliun dibandingkan beban penjualan Rp1,43 triliun tahun sebelumnya.

  • ANTM bukukan laba bersih Rp38,3 miliar

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan peningkatan signifikan profitabilitas perseroan dengan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp38,3 miliar pada triwulan ketiga 2016. Peningkatan tajam laba ini jika dibandingkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,04 triliun pada periode yang sama di tahun 2015. Optimalisasi produksi dan penjualan serta efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri akan semakin diintensifkan sehingga kinerja ANTM akan semakin positif. Penjualan bersih ANTM pada 9M16 tercatat sebesar Rp6,45 triliun dengan pasar ekspor menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 59% atau Rp3,79 triliun.

  • ITMG akan bagi dividen interim Rp434,32 per lembar saham

Dividen interim PT Indotambang Raya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp434,32 per saham akan dibagikan pada 24 November 2016 mendatang. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 7 dan 8 November sedangkan di pasar tunai 10 dan 11 November 2016 dengan DPS hingga 10 November. Total nilai dividen yang akan dibagikan setinggi-tingginya Rp476.252.000.000. Seperti diketahui perusahaan ini meraih laba sebesar USD36,48 juta hingga periode Juni tahun ini dan saldo laba ditahan sebesar USD459,70 juta.

  • MNCN bukukan kenaikan laba bersih 122%

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), membukukan kenaikan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2016 sebesar 122,14% menjadi Rp1,44 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini disebabkan meningkatnya keuntungan lain-lain bersih sebesar Rp73,02 miliar, sedangkan pada periode sama tahun lalu rugi lain-lain sebesar Rp57,6 miliar. Bertumbuhnya laba bersih juga disebabkan oleh untung kurs mata uang asing bersih Rp207,6 miliar, sedangkan pada periode sama 2015 merugi Rp506,89 miliar. Pendapatan usaha MNCN sepanjang sembilan bulan pertama 2016 naik 4,64% y-o-y menjadi Rp5,26 triliun.

  • Laba bersih PJAA turun 23,28%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) meraih pendapatan usaha sebesar Rp863,20 miliar hingga September 2016 naik 14,9% dari pendapatan usaha periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp751,19 miliar. Laba bruto meningkat menjadi Rp402,31 miliar dari Rp322,42 miliar. Beban usaha naik menjadi Rp190,56 miliar dari Rp64,28 miliar dan laba usaha turun menjadi Rp211,75 miliar dari Rp258,13 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp168,72 miliar dari Rp209,68 miliar. Laba bersih turun 23,28% menjadi Rp113,69 miliar dari Rp148,19 miliar

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top