Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LOGAM MULIA: Emas Terimbas Penguatan Dolar, Perak Lebih Beruntung

Harga emas Comex kontrak Desember berbalik melemah meski tipis sebesar 0,02% atau 0,30 poin ke US$1.276,50 per ounce pada pukul 14.27 WIB, setelah dibuka dengan penguatan 0,12% atau 1,50 poin di posisi 1.278,30 per ounce.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Oktober 2016  |  15:25 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas Comex tergelincir dari penguatannya pada perdagangan sore ini, Senin (31/10/2016), akibat penguatan dolar dengan pasar yang cemas menanti pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve demi mengetahui waktu kenaikan suku bunga acuan negara tersebut.

Harga emas Comex kontrak Desember berbalik melemah meski tipis sebesar 0,02% atau 0,30 poin ke US$1.276,50 per ounce pada pukul 14.27 WIB, setelah dibuka dengan penguatan 0,12% atau 1,50 poin di posisi 1.278,30 per ounce.

Seperti dilansir Reuters hari ini, sejumlah pertemuan bank sentral teratas dunia dijadwalkan akan terselenggara pekan ini, termasuk pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC meeting), yang akan dipantau oleh pasar.

“Pada dasarnya, para investor bertahan menanti sebelum pengumuman hasil rapat tersebut dan harga emas seharusnya secara alami berubah positif,” ujar Analis OCBC Bank, Barnabas Gan.

Menurutnya, emas tetap menjadi aset safe haven yang diuntungkan dari rasa ketidakpastian dan penghindaran risiko dalam pasar saat ini.  

Harga emas sempat naik lebih dari 1% pada perdagangan Jumat setelah biro investigasi federal AS (Federal Bureau Investigation/FBI) mengungkapkan kembali dibukanya penyelidikan terhadap penggunaan sistem email pribadi kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Hal tersebut memicu keriuhan baru dalam pasar dalam hari-hari menjelang agenda pemilihan Presiden AS pada 8 November.

Namun sisi lain, tidak ada perubahan persepsi pasar atas besarnya kemungkinan kenaikan suku bunga AS dengan prediksi untuk kenaikan suku bunga The Fed (Fed Funds Rate/FFR) pada Desember masih berada di sekitar 70%.

Seperti diketahui, pergerakan harga emas dan logam mulia lainnya sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga yang meningkatkan opportunity cost kepemilikan aset tidak berimbal hasil serta mendorong pergerakan dolar naik.   

Sedikit lebih beruntung dari emas, harga perak kontrak Desember terpantau menguat 0,39% atau 0,069 poin ke US$17,865 per ounce, setelah dibuka naik tipis 0,02% atau 0,004 poin di posisi 17,800.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat 0,19% atau 0,186 poin ke level 98,534 pada pukul 14.27 WIB setelah sebelumnya melemah di posisi 98,291.

 

Pergerakan emas dan perak di Comex (Commodity Exchange):

Tanggal

Emas kontrak Desember 2016

US$/ounce

Perak kontrak Desember 2016

US$/ounce

31/10/2016

(Pk. 14.27 WIB)

1.276,50 (-0,02%)

17,865 (+0,39%)

28/10/2016

1.276,80 (+0,58%)

17,796 (+0,89%)

27/10/2016

1.269,50 (+0,23%)

17,639 (+0,07%)

26/10/2016

1.266,60 (-0,55%)

17,626 (-0,87%)

25/10/2016

1.273,60 (+0,78%)

17,780 (+1,00%)

Sumber: Bloomberg

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga perak harga emas comex
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top