Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bidik Tambahan Landbank, SSIA Kebut Pembentukan JV

Emiten kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. menargetkan bisa meneken perjanjian pembentukan perusahaan patungan pada Desember 2016. Perseroan menargetkan tambahan lahan seluas 400 hektare dari perusahaan patungan tersebut.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 04 Oktober 2016  |  16:56 WIB
Bidik Tambahan Landbank, SSIA Kebut Pembentukan JV
/suryainternusa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten kawasan industri PT Surya Semesta Internusa Tbk. menargetkan bisa meneken perjanjian pembentukan perusahaan patungan pada Desember 2016. Perseroan menargetkan tambahan lahan seluas 400 hektare dari perusahaan patungan tersebut.

Presiden Direktur Surya Internusa, Johannes Suriadjaja, mengatakan jumlah lahan tersebut berasal dari milik perseroan dan calon mitra. "Kami akan akusisi lagi 100 hektare, mudah-mudahan akhir tahun ini kami bisa signing," jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (4/10/2016).

Menurut Johannes, tambahan lahan dari perusahaan patungan memungkinkan perseroan menjual lahan dalam jumlah besar ke beberapa investor. Pasalnya, cadangan lahan siap jual milik Surya Internusa tinggal tersisa 182 hektare per Juni 2016.

Johannes  memprediksi penjualan lahan tahun depan akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2016. Perseroan memperkirakan bisa membukukan transaksi penjualan lahan 70 hektare tahun depan dari satu transaksi jumbo.

Dia mengimbuhkan, perseroan akan segera membangun infrastruktur begitu perusahaan patungan telah terbentuk untuk menarik investor. Johannes menerangkan, penjualan lahan dari perusahaan patungan bisa mulai dibukukan pada 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya semesta internusa land bank
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top