Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dampak Penguatan Dolar, Harga Tembaga Melemah

Harga tembaga melemah 0,39% atau 0,85 poin ke US$215,15 per pound pada pukul 14.56 WIB setelah dibuka turun 0,14% di posisi US$215,70 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 September 2016  |  15:42 WIB
Tembaga - Reuters
Tembaga - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau melemah pada perdagangan siang ini, Senin (19/9/2016), seiring dampak penguatan dolar serta kembalinya perdagangan di China setelah libur pertengahan musim gugur yang panjang.

Harga tembaga melemah 0,39% atau 0,85 poin ke US$215,15 per pound pada pukul 14.56 WIB setelah dibuka turun 0,14% di posisi US$215,70 per pound.

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga properti yang lebih tinggi di China bersama dengan pembangunan baru mendorong permintaan untuk logam seperti tembaga dan nikel. Namun menurut para analis, hal itu mungkin tidaklah cukup untuk melawan dampak penguatan dolar serta berlebihnya jumlah pasokan tahun ini.

“Saya masih percaya bahwa China telah terlalu banyak mengimpor. Mengingat hal itu, serta kombinasi atas penguatan dolar dan beberapa indikator yang goyah, jadi suatu yang melemahkan bagi pergerakan tembaga,” ujar Dominic Schnider dari UBS Wealth Management di Hong Kong.

Pada perdagangan Jumat (16/9/2016), indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama ditutup menguat ke level tertinggi dalam tujuh pekan pasca laporan kenaikan data inflasi AS yang lebih baik dari prediksi.

Seperti diketahui, penguatan dolar berpotensi mengikis permintaan bagi komoditas dengan membuatnya lebih mahal untuk pembelian yang dilakukan dalam mata uang lainnya.

Berbanding terbalik dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange terlihat menguat pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup dengan rebound 0,48% atau 380 poin ke 78.920 yuan/metrik ton setelah dibuka melemah 0,70% atau 550 poin di level 77.990.

Adapun, harga timah kontrak Januari 2017 berakhir menguat 1,22% atau 1.500 poin ke 123.980 yuan/metrik ton setelah dibuka naik tipis 0,06% atau 70 poin di level 122.550.

Sementara itu, indeks dolar AS siang ini terpantau melemah 0,20% atau 0,188 poin ke 95,920 pada pukul 14.57 WIB.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

19/9/2016

(Pk. 14.56 WIB)

215,15

-0,39%

16/9/2016

216,00

+0,02%

15/9/2016

215,95

+0,21%

14/9/2016

215,50

+2,55%

13/9/2016

210,15

+0,07%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top