INDEKS BEI 25 AGUSTUS: Menguat 23,14 Poin, Aksi Beli Saham Big Cap dan Paket Kebijakan Dorong IHSG di Sesi I

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat di akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/8/2016).
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  12:13 WIB
INDEKS BEI 25 AGUSTUS: Menguat 23,14 Poin, Aksi Beli Saham Big Cap dan Paket Kebijakan Dorong IHSG di Sesi I
Nasabah mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan di sebuah bank, di Jakarta, Senin (25/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat di akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/8/2016).

IHSG ditutup menguat 23,14 poin atau 0,43% ke level 5.427,13 di akhir sesi I perdagangan hari ini. Sepanjang hari, IHSG bergerak di kisaran 5.412,53-5.435,35.

Indeks bertengger di zona hijau setelah di awal pembukaan menguat sebesar 9,99 poin ke 5.413,99.

Dari 534 saham yang diperdagangkan, sebanyak 146 saham menguat, 127 saham melemah dan 261 saham stagnan. Adapun, saham PT Astra International Tbk. (ASII) jadi pendorong utama dengan oenguatan 9,43%. Disusul oleh saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang menguat 4,34% dan sanam Bank BRI (BBRI) yang menguat 3,41%.

Adapun, dari 9 sektor, sebanyak 6 sektor naik, dan 3 sektor turun. Sektor Aneka Industri memimpin penguatan dengan kenaikan 2,40%, disusul oleh sektor konsumer dan industri dasar yang naik masing-masing 0,58% dan 0,57%. Sementara itu, sektor tambang justru melemah paling tajam dengan -0,69%.

Di Asia sendiri, IHSg tidak menguat sendirian. Sejumlah bursa Asia juga menguat, seprti indeks FTSE Strait Times yang naik 0,11%, FTSE Malay KLCI yang naik 0,19%, indeks SE Thailand 0,34%, indeks Hangseng Hing Kong yang naik 0,06% dan indeks TAIEX Taiwan yang naik 0,82%.

Indeks Bisnis27 juga tercatat menguat pada perdagangan sesi I hari ini dengan menguat 3,33 poin atau 0,70%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan penguatan indeks pada sesi I hari ini lebih disebabkan oleh teknikal rebound di saham-saham big cap setelah pada dua hari kemarin diwarnai aksi jual.

“Ini kan pemodal asing 2 hari kemarin melepas kepemilikan, sekarang beli lagi,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (25/8/2016).

Dia menilai, meski sejumlah bursa Asia juga menguat, sentimen dari global tidak begitu banyak memengaruhi IHSG hari ini. “Saya melihatnya ini lebih karena paket kebijakan baru yang keluar kemarin itu membuat asing banyak beli di saham-saham lapis satu atau big cap. Kemudian, emiten di sektor terkait seperti properti, semen, dan sebagainya juga ikut terimbas,” tambahnya.

Sebegai informasi, pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) XIII tentang perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sejalan dengan Program Nasional Pembangunan 1 Juta Rumah.

Melalui PKE XIII ini, pemerintah akan menerbitkan PP yang isinya meliputi penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan untuk membangun rumah MBR dari semula 33 izin dan tahapan menjadi 11 izin dan rekomendasi. Dengan pengurangan perizinan dan tahapan ini, waktu pembangunan MBR dapat dipercepat menjadi 44 hari dari sebelumnya rata -rata 769-981 hari.

Adapun, pergerakan kurang baik justru dialami emiten di sektor komoditas seiring dengan harga minyak mentah dunia yang masih dalam tren turun.

Sementara itu, rupiah melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.260 pada pukul 12.00 WIB. Kepala Riset NH Korindo Reza Priyambada mengatakan harga minyak dunia yang cenderung melemah disertai laju dolar AS yang menguat jelang pertemuan The Fed di akhir pekan ini membuat rupiah masih sukar untuk berbalik menguat.

Pelemahan rupiah masih terjadi jelang akhir pekan di mana akan diumumkannya data-data ekonomi penting, salah satunya laporan pertumbuhan GDP kuartal II AS yang akan menjadi bahan pertimbangan The Fed dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan moneter tingkat suku bunga nya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top