Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MSKY Roadshow Cari Pinjaman Bank US$243 Juta

Perusahaan televisi berbayar PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) tengah roadshow untuk mendapat pinjaman senilai US$243 juta.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 01 Agustus 2016  |  19:40 WIB
Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk Rudy Tanoesoedibjo (kanan) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan kedua dan luar biasa kedua di Jakarta, Senin (23/5/2016). Dalam rapat tersebut antara lain menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris.  - Bisnis.com
Direktur Utama PT MNC Sky Vision Tbk Rudy Tanoesoedibjo (kanan) didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai rapat umum pemegang saham tahunan kedua dan luar biasa kedua di Jakarta, Senin (23/5/2016). Dalam rapat tersebut antara lain menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan televisi berbayar PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) tengah roadshow untuk mendapat pinjaman senilai US$243 juta.

Perseroan sudah menunjuk Deutsche Bank sebagai arranger atas pinjaman bank. David Audy, Direktur PT Global Mediacom Tbk., mengatakan Deutsche tengah roadshow untuk memperoleh pinjaman sindikasi bank. Global Mediacom ialah induk usaha MNC Sky Vision.

"Sindikasi, bisa puluhan bank. Lagi roadshow, tanggapan bagus. Kami tertolong kurs yang lagi membaik, country risk pun lagi turun. Indonesia secara makro sedang bagus, berpengaruh ke tanggapan investor," katanya, Senin (1/8/2016).

Dana pinjaman akan dipakai MSKY untuk mendanai ulang (refinance) pinjaman senilai US$243 juta yang akan jatuh tempo pada September 2016.
"Pas jatuh tempo, sudah ada pinjaman. Kalau tidak default dong," ujar David saat ditanya target pinjaman didapat.

Pinjaman yang lagi dijajaki MSKY akan digunakan untuk melunasi utang senilai US$215 juta yang didapat pada 19 November 2013. Utang tersebut memiliki opsi peningkatan fasilitas sebesar US$35 juta. Sindikasi pinjaman ini diraih dari sejumlah bank internasional dan lokal.

Facility agent pinjaman ini yakni Deutsche Bank AG cabang Hong Kong, dengan DB Trustees (Hong Kong) Limited sebagai offshore security agent, serta PT Bank Central Asia Tbk. sebagai onshore security agent. Pinjaman ini digunakan untuk melunasi seluruh obligasi dan belanja modal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global mediacom mnc sky vision msky david audy
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top