Hari Ini, Analis Saham Bahas Neraca Perdagangan & Paket Ekonomi

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 0,67 miliar pada April 2016, tumbuh 31,26% mom dan 39,49% yoy
Linda Teti Silitonga | 17 Mei 2016 09:02 WIB
Ilustrasi. - .Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA- Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 0,67 miliar pada April 2016, tumbuh 31,26% mom dan 39,49% yoy.

Namun pertumbuhan tersebut lebih didorong oleh penurunan impor (-4,62% mom) yang lebih besar dibanding penurunan ekspor (-3,07%).

Ekspor nonmigas yang sebelumnya ikut menopang pertumbuhan ekspor, mengalami penurunan 0,10% mom menjadi US$10,56 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi penurunan 12,3% mom dan 41,7% yoy pada impor migas, begitu juga dengan impor nonmigas turun 3,4% mom dan 8,5% yoy.

Salah satu hal yang perlu dicermati adalah impor berdasarkan golongan penggunaan barang, dimana kontribusi impor barang konsumsi periode Januari-April 2016 naik mencapai 9,4% dibanding tahun lalu 6,99%, seiring turunnya kontribusi bahan baku/penolong (74,06%) dan barang modal (16,54%).

Peningkatan kontribusi barang impor pada periode tersebut terjadi seiring dengan penguatan rupiah terhadap dolar AS yang mencapai sekitar 4,4%.

“Penerapan paket kebijakan ekonomi secara efektif diharapkan dapat mendorong produksi industri dalam negeri, guna menekan impor khususnya barang konsumsi, serta mendorong kembali pertumbuhan ekspor Indonesia,” tulis HP Analytics dalam risetnya yang diterima hari ini, Selasa (17/5/2016).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top