Awal 2016, Transaksi Pasar Modal di Sumut Tembus Rp100 M/Hari

Sumatra Utara masih menjadi salah satu dari 10 provinsi dengan nilai transaksi pasar modal tertinggi pada awal tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan mencatat, pada akhir bulan lalu, nilai transaksinya sempat menembus Rp130,75 miliar.
Febriany Dian Aritya Putri | 02 Maret 2016 20:00 WIB
Beraktivitas di pasar modal. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MEDAN - Sumatra Utara masih menjadi salah satu dari 10 provinsi dengan nilai transaksi pasar modal tertinggi pada awal tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan mencatat, pada akhir bulan lalu, nilai transaksinya sempat menembus Rp130,75 miliar.

Kepala BEI Medan Pintor Nasution menyebutkan nilai transaksi tersebut terjadi pada 29 Februari 2016, dan menempatkan Sumut menjadi provinsi keenam dengan transaksi teraktif, setelah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan gabungan transaksi provinsi lainnya.

"Kalau nilai transaksi puncak, Sumut pernah mencatatkan Rp200 miliar per hari. Ini merupakan peningkatan signifikan dari tahun lalu, meski belum dua kali lipat," ucap Pintor, Rabu (2/3/2016).

Lebih lanjut, dia merinci, pada akhir Februari 2016 itu pula, Medan menjadi kota ke-11 dengan transaksi teraktif yakni Rp102,32 miliar. Selanjutnya, di posisi ke-31, Padang Sidempuan mencatat nilai transaksi per hari Rp14,83 miliar dan Labuhan Batu di posisi ke-51 Rp3,8 miliar.

Pintor menjelaskan, nilai transaksi tersebut, terjadi karena jumlah investor di Sumut masih didominasi oleh Medan. Per Februari 2016, Medan memiliki 14.681 investor berdasarkan SID, sementara jumlah sub rekening efek 18.476 investor.

"Daerah dengan investor terbanyak selanjutnya di SUmut yakni Deli Serdang dengan SID 1.284 dan SRE 1.452 dan Pematang Siantar SID 579 dan SRE 658. Total per Februari 2016, kami sudah memiliki investor SID 19.113 dan SRE 23.414," tambah Pintor.

Menurutnya, pada awal tahun dengan optimisme terhadap pasar modal, jumlah investor dan transaksi memang cenderung meningkat. Kendati demikian, mulai Maret hingga Mei 2016, lazim terjadi penurunan jumlah investor dan transaksi.

Sebelumnya, pada tahun ini BEI Medan menargetkan penambahan 10.000 investor baru dan nilai transaksi hingga Rp42 triliun.

Tag : pasar modal
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top