Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA EROPA: Berharap Stimulus, Stoxx Perpanjang Rebound

Indeks STOXX 600 menguat 2,99% atau 9,35 poin ke level 321,76 pada penutupan perdagangan Senin (15/2/2016), setelah akhir pekan lalu berhasil rebound 2,91% dari level terendah 2013.
Bursa Eropa menguat/ilustrasi
Bursa Eropa menguat/ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks bursa Eropa kembali menguat tajam terdorong ekspektasi tambahan stimulus moneter dari bank sentral Eropa dan China.

Indeks Stoxx 600 menguat 2,99% atau 9,35 poin ke level 321,76 pada penutupan perdagangan Senin (15/2/2016), setelah akhir pekan lalu berhasil rebound 2,91% dari level terendah 2013.

“Sektor yang terpukul sejak pergantian tahun naik menyusul sektor lain. Pelemahan pasar China setelah libur hanya terbatas dan dengan data ekspor yang lesu ada harapan bank sentral akan bereaksi cepat,” kata John Plassard dari Mirabaud Securities LLP di Jenewa kepada Bloomberg.

Kinerja ekspor China kembali merosot setelah sempat rebound pada Desember. Nilai ekspor China dalam dolar AS turun 11,2% pada Januari, sedangkan impor turun 18,8% yang menjadikan surplus perdagangan melebar ke US$63,3 miliar.

Gubernur People Bank of China Zhou Xuaochuan kemarin mengatakan tidak ada dasar bagi renminbi untuk merosot lebih dalam. China akan mempertahankan mata uangnya tetap stabil terhadap basket currencies dan membiarkan renminbi bergerak lebih fleksibel terhadap dolar AS.

Sinyal stimulus juga muncul dari Eropa. Presiden European Central Bank Mario Draghi menyatakan akan mengeluarkan kebijakan baru jika gejolak di pasar finansial terbukti mengganggu dampak stimulus moneter kepada target inflasi.

“Kami akan menganalisis transmisi stimulus moneter kami melalui sistem finansial, khususnya melalui bank. Jika kedua faktor ini memiliki risiko negatif atas stabilitas harga, kami tidak akan ragu untuk bertindak,” kata Draghi.

Emiten perbankan Yunani seperti Eurobank Ergasias, Piraeus Bank, dan National Bank of Greece melonjak lebi dari 26%, sedangkan Banca Monte dei Paschi di Siena dari Italia naik 9,2% setelah pekan lalu jatuh ke level terendah historis.

Credit Suisse meneruskan rebound dengan penguatan 2,7%. Adapun saham HSBC Holdings naik 1,4% setelah mengumumkan batal memindahkan kantor induk mereka dari London ke Hong Kong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper