Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA ASIA 12 Februari: Nikkei Anjlok, Indeks MSCI Lanjutkan Pelemahan

Indeks bursa Asia diperdagangkan terjun ke area bear market dengan adanya saham Jepang yang mengalami minggu terburuknya sejak 2008 pada Jumat (12/2/2016).
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks bursa Asia diperdagangkan terjun ke area bear market dengan adanya saham Jepang yang mengalami minggu terburuknya sejak 2008 pada Jumat (12/2/2016).

Indeks MSCI Asia Pacific turun 2,9% dan mengalami penurunan mingguan hingga 6%.

Topix merosot 5,4% dan telah kehilangan 12,6% minggu ini, terbesar sejak Oktober 2008. Nomura Holdings Inc anjlok 9,2% ke level terendah sejak Desember 2012 usai liburan kemarin.

Yen ditetapkan paling kuat selama dua minggu ini sejak tahun 1998. Pasar di Cina daratan, Taiwan dan Vietnam tetap ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek.

Strategist Toyo Securities Co di Tokyo Ryuta Otsuka mengatakan ketika semua orang berpikir mereka tidak bisa terbang, kita sudah ditakdirkan tidak bisa. “Tidak ada yang bisa kita lakukan selain mencoba dan membatalkan sentimen itu," terangnya seperti yang dikutip dari Bloomberg.

Jelang penutupan, Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,11%, indeks Kospi di Seoul tergelincir 1,4%, sedangkan S & P / ASX 200 Index Australia turun 1,2%. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 menguat 0,1% dan Straits Times yang menguat 0,04%.

Kemampuan bank sentral dunia yang menggenjot aktivitas ekonomi masih menjadi perhatian pasar. Bank sentral Swedia menurunkan suku bunga acuan dari -0,35% menjadi -0,5% setelah dua pekan lalu Bank of Japan mengumumkan penerapan suku bunga negatif.

Matthew Sherwood dari Perpetual Ltd, Sydney mengatakan pasar kehilangan kepercayaan atas kemampuan bank sentral yang bias menstabilkan situasi. Bank sentral harus memikirkan kebijakan non-konvensional yang bisa diterapkan.

“Ekonomi global sudah sangat lesu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Atiqa Hanum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper