Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Rights Issue, EXCL Berharap Masuk Lagi Indeks LQ45

EXCL terdepak dari LQ45 daftar indeks LQ45, bersama dengan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) sejak Februari 2016.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 02 Februari 2016  |  21:10 WIB
XL Axiata. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp33,57 triliun.  - Bisnis.com
XL Axiata. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp33,57 triliun. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- PT XL Axiata Tbk. berharap kembali lagi ke daftar indeks saham LQ45 setelah aksi rights issue yang akan berlangsung semester I/2016.    

Emiten jasa telekomunikasi berkode saham EXCL itu berencana menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) maksimal 2,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Harga pelaksanaan HMETD diperkirakan tidak lebih dari 20% diskon terhadap theoritical ex-rights price (TERP) sejak tanggal penetapan harga.

Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, Direktur Keuangan PT XL Axiata Tbk., mengatakan dari rights issue itu perseroan berharap jumlah saham yang beredar kian banyak sehingga likuiditas saham EXCL meningkat.

"Kalau semakin likuid, kami mungkin bisa masuk lagi LQ45," ucapnya, Selasa, (1/2/2016).

EXCL terdepak dari LQ45 daftar indeks LQ45, bersama dengan  PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dan PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) sejak Februari 2016.

Pengganti mereka yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), dan PT Hanson Internasional Tbk. (MYRX). Daftar saham baru itu berlaku sejak Februari 2016 hingga Juli 2016.

Pada Selasa, (2/12/2016), harga saham EXCL di posisi Rp3.930 atau menguat 5,08% dari penutupan sehari sebelumnya. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp33,57 triliun. ()

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata excl lq45
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top