Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RIGHTS ISSUE HMSP: Kisaran Harga Penawaran Saham Dipersempit

Philip Morris International Inc. Indonesia mempersempit kisaran harga penawaran saham demi transaksi senilai US$1,4 miliar sehingga membuat perusahaan rokok terbesar dunia itu mengurangi sahamnya di perusahaan cabang Indonesia tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 September 2015  |  12:22 WIB
RIGHTS ISSUE HMSP: Kisaran Harga Penawaran Saham Dipersempit
Kantor HM Sampoerna. - HM Sampoerna
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) mempersempit kisaran harga penawaran saham dan mengincar nilai US$1,4 miliar.

Seperti dikutip Bloomberg, Senin (21/9/2015), anak usaha Philip Morris International Inc.  itu menawarkan 269,7 juta unit saham senilai Rp65.000 hingga Rp77.000. Sebelumnya perusahaan itu memperkirakan permintaan akan berada di kisaran Rp63.000 hingga Rp99.000.

Upaya management roadshow untuk kegiatan tersebut dimulai hari ini dan akan berlangsung sampai 30 September.

Perseroan selanjutnya akan menawarkan 264.2 juta unit saham jatahnya kepada investor melalui sebuah penempatan (placement).

Kesepakatan itu akan membantu Sampoerna, yang memiliki nilai pasar US$23,2 miliar, memenuhi aturan bursa saham Indonesia yang mewajibkan perusahaan menguasai sedikitnya 7,5% saham yang diambangkan bebas (free float) pada Januari tahun depan.

Kesepakatan senilai US$1,4 miliar tersebut dilaporkan akan menjadi penawaran saham terbesar di Indonesia. Angka itu melampaui transaksi saham senilai US$1,3 miliar yang diraup PT Bank Mandiri pada tahun 201, menurut data Bloomberg.

Sampoerna akan menggunakan hasil penawaran saham itu untuk membayar kembali fasilitas modal kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri rokok hm sampoerna philip morris

Sumber : Bloomberg

Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top