PREDIKSI SAHAM: Awal Tahun, IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan

Setelah bertumbuh 22,29% sepanjang 2014, indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan penguatan pada pembukaan pertama perdagangan 2015.
Redaksi | 02 Januari 2015 06:29 WIB
Masih suasana libur, indeks diperkirakan menguat tipis. -

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah bertumbuh 22,29% sepanjang 2014, indeks harga saham gabungan diperkirakan melanjutkan penguatan pada pembukaan pertama perdagangan 2015.

Aliran modal asing diperkirakan masih berlanjut dan akan menopang pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.

Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,94% ke posisi 5.226,95. Posisi ini tertinggi se jak IHSG berada di posisi 5.227,58
pada 19 September 2014.

Investor asing pada Selasa (30/12), mencetak aksi beli bersih senilai Rp2,49 triliun, tertinggi sepanjang Desember 2014.

Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adie Joe juga memprediksi IHSG akan naik terbatas pada perdagangan hari ini. Dia memperkirakan indeks akan menyentuh level support 5.150 dan resistance di posisi 5.300.

“Besok [hari ini] masih suasana libur soalnya. Kemungkinan indeks akan menguat tipis,” katanya kepada Bisnis, Kamis (1/1).

Pada awal perdagangan 2015, jelasnya, pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh data inflasi yang akan segera dirilis. Jika hasilnya tinggi, IHSG berpotensi mengalami koreksi pada awal pekan depan.

Sementara itu, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi Rp7.600 per liter diperkirakan tidak banyak berpengaruh. Prediksi senada juga disampaikan oleh analis PT First Asia Capital David N. Sutyanto. Menurutnya, IHSG akan melanjutkan tren positif pada perdagangan hari pertama tahun ini. Apalagi pemerintah juga telah menurunkan BBM bersubsidi yang diharapkan bisa menekanongkos produksi dan distribusi emiten.

“Di sisi lain masih ada potensi koreksi kalau ternyata penurunan BBM ini tidak menyebabkan deflasi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (1/1/2014).

David memprediksi ndeks bergerak di level support 5.180 dan resistance 5.260. Kendati berpotensi menguat, pasar juga harus memperhatikan data inflasi Desember yang akan dirilis. Jika hasilnya terlalu tinggi, indeks akan mengalami koreksi. Selain itu, data neraca perdagangan juga patut menjadi perhatian.

Sektor konstruksi dan properti dinilai akan menjadi penopang indeks pada awal tahun ini. Apalagi alokasi subsid BBM yang akan dialihkan untuk proyek-proyek infrastruktur juga semakin besar. Beberapa saham yang berpotensi menguat antara lain WIKA, JSMR, PGAS, dan ADHI. Di luar kedua sektor tersebut, emiten yang bergerak di bidang konsumen juga layak dikoleksi.

Sumber : Bisnis Indonesia edisi 2/1/2015

Tag : rekomendasi saham, prediksi ihsg
Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top