Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dicaplok Orang Terkaya ke-8 di RI, BWPT Bakal Jadi Perusahaan Perkebunan Terbesar ke-3

Setelah dikuasai oleh orang terkaya ke-8 di Indonesia versi majalah Forbes, Peter Sondakh, PT BW Plantation Tbk. yang kini berubah nama menjadi PT Eagle High Plantation Tbk. menjadi perusahaan perkebunan terbesar ketiga di Tanah Air.
Peter Sondakh/Forbes
Peter Sondakh/Forbes

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah dikuasai oleh orang terkaya ke-8 di Indonesia versi majalah Forbes, Peter Sondakh, PT BW Plantation Tbk. yang kini berubah nama menjadi PT Eagle High Plantation Tbk. menjadi perusahaan perkebunan terbesar ketiga di Tanah Air.

Kelik Irwanto, Direktur sekaligus Corporate Secretary BWPT, mengungkapkan pasca-akuisisi, perseroan menargetkan akan menjadi perusahaan perkebunan listing dengan pemilik lahan tertanam terbesar kedua di Tanah Air.

Cadangan lahan yang dimiliki BWPT saat ini 94.000 hektare akan menjadi lebih dari 400.000 Ha setelah proses akuisisi. Potensi pertumbuhan anorganik yang ditempuh BWPT ini diklaim membuat perusahaan menjadi kian kuat.

Dia mengklaim, proses akuisisi ini membuat posisi BWPT melesat ke urutan ketiga perusahaan listing dengan kapasitas kebun tertanam terbesar di Indonesia. BWPT menggeser PT PP London Sumatra Plantation Tbk. (LSIP) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP).

"Kalau lihat sekarang, kami menggeser perusahaan dengan kapasitas tertanam 200.000 Ha, nanti kami menargetkan akan ada pertumbuhan 10.000-15.000 Ha/tahun," katanya, Kamis (27/11/2014).

Tahun depan, BWPT menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk penambahan lahan tertanam dan pembangunan 4 unit pabrik kelapa sawit.

Perseroan menargetkan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) tahun depan dapat mencapai 350.000 ton dari perkiraan produksi gabungan tahun lalu 300.000 ton. Sedangkan penambahan lahan tertanam akan bertambah 10.000 Ha serta kapasitas produksi pabrik akan bertambah menjadi 385 ton/jam.

Saat ini, aset BWPT mencapai Rp6,7 triliun dan akan meningkat menjadi Rp20 triliun setelah akuisisi. Hingga September 2014, produksi tandan buah segar (TBS) Green Eagle mencapai 524.534 ton dengan produksi CPO 127.165 ton.

Adapun produksi TBS BWPT per September mencapai 487.774 ton dan 111.827 ton untuk produksi CPO. "Peningkatan masing-masing di atas 20% pada tahun depan karena umur rata-rata pohon semakin tinggi dari saat ini 7,6 tahun," paparnya.

Analis PT DBS Vickers Securities Ben Santoso menilai akuisisi yang dilakukan oleh BWPT dapat mendongkrak kinerja perseroan di masa depan.

Kendati demikian, dia menilai BWPT mengakuisisi perusahaan yang jauh lebih besar dari kapitalisasi pasarnya sendiri. "Perusahaan yang dia beli pasti ada utang juga, tapi BWPT juga masih punya produksi, jadi tidak akan bergantung dari Green Eagle," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Editor : Sukirno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper