Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Baru Rp11,5 Triliun

Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. meraih kontrak baru senilai Rp11,5 triliun hingga Agustus 2014.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 11 September 2014  |  07:02 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Raih Kontrak Baru Rp11,5 Triliun
/Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. meraih kontrak baru senilai Rp11,5 triliun hingga Agustus 2014.

Bintang Perbowo, Direktur Utama Wijaya Karya, mengatakan perolehan kontrak baru perseroan mencapai 44,5% dari total target raihan sepanjang tahun sebesar Rp25,83 triliun.

"Kontrak baru sampai Agustus sebesar Rp11,5 triliun," ujarnya, Rabu malam (10/9/2014).

Dia memerkirakan pada paruh kedua tahun ini, kontrak baru yang akan dicapai oleh emiten berkode saham WIKA itu akan didominasi oleh proyek-proyek milik pemerintah.

Sementara itu, WIKA memberhentikan Natal Argawan Pardede sebagai Sekretaris Perusahaan sejak 5 September 2014.

Dia digantikan oleh Suradi berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan Nomor SK.02.01/A.DIR.6907/2014. "Enggak ada apa-apa, Natal jadi Direktur Keuangan PT Wika Bitumen," ungkapnya.

Suradi sebagai Sekper baru di Wika, tercatat lahir di Sukoharjo, 10 April 1967. Dia meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Sebelas Maret, Solo dan meraih gelar Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Kariernya dimulai sebagai Staf Bagian Akuntansi Divisi Peralatan konstruksi pada 1994. Dia telah menangani beberapa proyek infrastruktur dalam dan luar negeri sejak 1995 hingga 2009.

Kemudian terakhir menjabat sebagai Manajer Biro Keuangan Departemen Industrial Plant hingga 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top