Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Triwulan I, Pendapatan Tower Bersama Naik 26,5%

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) membukukan pendapatan pada triwulan I/2014 sebesar Rp781 miliar, meningkat 26,5% dari triwulan I/2013.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 14 Mei 2014  |  15:37 WIB
Menara salah satu operator selular. Pendapatan Tower Bersama naik 26,5% - JIBI
Menara salah satu operator selular. Pendapatan Tower Bersama naik 26,5% - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA--PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) membukukan pendapatan pada triwulan I/2014 sebesar Rp781 miliar, meningkat 26,5% dari triwulan I/2013.

EBITDA pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp641 miliar, bertumbuh 26,6% dari periode sama tahun lalu.

Jika triwulan I tahun ini disetahunkan (first quarter 2014 results on an annualized basis), maka total pendapatan TBIG mencapai Rp3,125 triliun, meningkat 16% dibandingkan dengan  periode penuh tahun 2013. EBITDA disetahunkan berdasarkan triwulan I mencapai Rp2,566 triliun atau meningkat 16% dibandingkan dengan periode penuh tahun 2013.

Per 31 Maret 2014, total pinjaman (debt) perseroan sebesar Rp12,057 triliun. Dengan catatan, jika bagian pinjaman dalam mata uang dollar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya. Total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp8,199 triliun. 

Dengan saldo kas yang mencapai Rp668 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp11,389 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) perseroan menjadi Rp7,531 triliun.

Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA pada triwulan I/ 2014 yang disetahunkan adalah 2,93 serta rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan I yang disetahunkan adalah 4,44x. Ini berarti TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi beredenominasi dollar AS dan rupiah.

TBIG memiliki 17.222 penyewaan dan 10.572 site telekomunikasi per 31 Maret 2014. Site telekomunikasi terdiri dari 9.382 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 150 jaringan DAS.

Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 16.032, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) menjadi 1,71.

Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, mengatakan dalam triwulan pertama 2014 perseroan terus menunjukkan kemampuan dan kapabilitas eksekusi yang dibuktikan dengan penambahan organik sebanyak 516 site menara build-to-suit.

“Kami berkerja sama dengan operator pelanggan dalam mengembangkan jaringan mereka. Kami melihat adanya permintaan yang kuat untuk pembangunan site build-to-suit dan juga kolokasi”, katanya lewat siaran pers yang diterima Bisnis, Rabu, (14/5/2014).  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tbig tower bersama infrastructure menara
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top