Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penawaran Lelang SBSN Tertekan, Imbas Pelemahan Rupiah/US$

Trust Securities mengemuakan kondisi pasar obligasi yang kurang kondusif akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif lainnya, cukup berimbas pada lelang SBSN pada pekan ini
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 27 April 2014  |  12:42 WIB
 Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA- Trust Securities mengemukakan kondisi pasar obligasi kurang kondusif akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif lainnya, sehingga cukup berimbas pada lelang surat berharga syariah negara (SBSN) yang digelar pekan ini.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan lelang SBSN terjadi penurunan total penawaran.

“Total penawaran yang masuk senilai Rp2,97 triliun lebih rendah dari lelang SBSN sebelumnya senilai Rp3,58 triliun,” kata Reza dalam risetnya.

Pada lelang pekan ini, jumlah penawaran yang masuk masih lebih banyak dan didominasi oleh obligasi jangka pendek, yaitu SPN Syariah seri SPN-S09102014 berjatuh tempo 9 Oktober 2014 dengan total penawaran yang masuk Rp2,17 triliun.

Adapun yield dari seri tersebut diminta pada kisaran 6%-7%, kurang lebih hampir sama seperti SPN-S sebelumnya.

“Oleh pemerintah, yield rata- rata tertimbang yang dimenangkan ialah 6,3%,” kata Reza.

Sementara itu, ujarnya,  untuk seri lainnya, pelaku pasar meminta yield pada kisaran 8,13% hingga 9,75% untuk seri PBS003 berjatuh tempo 15 Januari 2027 dan PBS005 berjatuh tempo 15 April 2043.

Masing-masing yield yang dimenangkan yaitu, PBS003 dengan yield 8,48% dan PBS005 dengan yield 8,90%.

Dari seri Sukuk yang ditawarkan pekan ini, pemerintah menyerap Rp980 miliar, di bawah penyerapan SBSN sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk surat utang negara obligasi syariah sbsn
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top