Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Bersih Greenwood Sejahtera 2013 Anjlok 66,76%, Ini Penyebabnya

Emiten properti, PT Greenwood Sejahtera Tbk. (GWSA) membukukan penurunan laba bersih 66,76% sepanjang tahun lalu menjadi Rp144,36 miliar.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 21 Maret 2014  |  10:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti, PT Greenwood Sejahtera Tbk. (GWSA) membukukan penurunan laba bersih 66,76% sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan 2013 yang dirilis Jumat (21/3/2014), perseroan membukukan laba bersih Rp144,36 miliar, turun signifikan dari Rp434,31 miliar.

Penurunan tersebut terjadi seiring dengan penurunan pendapatan serta adanya lonjakan beban bunga dan keuangan.

Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan pendapatan Rp91,92 miliar, anjlok 87,12% dari Rp713,85 miliar.

Beban pokok pendapatan tercatat menyusut 90,56% menjadi Rp31,55 miliar dari Rp334,09 miliar. Akibatnya, laba kotor perseroan turun 84,1% menjadi Rp60,37 miliar dari Rp379,76 miliar.

Beban usaha, yang terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi, tercatat turun 17,69% menjadi Rp80,49 miliar dari Rp97,79 miliar.

Adapun, pada 2013 perseroan membukukan rugi usaha Rp20,12 miliar dari sebelumnya mencetak laba usaha Rp281,97 miliar.

Kinerja perseroan semakin tertekan dengan adanya lonjakan beban bunga dan keuangan sebanyak 1.314% menjadi Rp917,94 miliar dari Rp64,91 miliar.

Namun, perseroan masih bisa membukukan laba bersih karena mendapat keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp5,61 miliar dan kenaikan keuntungan lainnya 209,05% menjadi Rp2,22 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

greenwood sejahtera laba greenwood greenwood
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top