Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pasar Tidak Kondusif, Dwi Aneka Batal IPO Tahun Ini

Meski telah menggelar penawaran awal (bookbuilding) bulan lalu, produsen kemasan (packaging) kardus PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo memastikan diri urung melepas saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) di sisa tahun ini.Hal itu disebabkan kondisi pasar modal dinilai masih belum stabil saat ini akibat gejolak ekonomi global yang juga tidak menentu.

Bisnis.com, JAKARTA—Meski telah menggelar penawaran awal (bookbuilding) bulan lalu, produsen kemasan (packaging) kardus PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo memastikan diri urung melepas saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) di sisa tahun ini.

Hal itu disebabkan kondisi pasar modal dinilai masih belum stabil saat ini akibat gejolak ekonomi global yang juga tidak menentu.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dwi Aneka Henri Victor Parengkuan mengatakan perseroan masih terus memantau keadaan pasar saham agar rencana aksi korporasi perseroan itu bisa terserap pasar dengan baik.

Menurutnya, Dwi Aneka menargetkan dapat merealisasikan rencana tersebut pada kuartal I tahun depan.

Mudah-mudahan, awal tahun depan kondisi pasar [modal] kembali membaik seiring dengan kepastian isu tapering dari The Fed,” ujarnya seperti diberitakan Bisnis Indonesia, Selasa (17/12/2013).

Walaupun menunda pencatatan (listing) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Dwi Aneka menegaskan harga IPO sudah terbentuk di kisaran Rp425—Rp550 per saham, sesuai dengan bookbuilding yang dilakukan 19 November—5 Desember 2013 lalu.

Dengan penundaan itu, perseroan telah menyampaikan permintaan pengunduran pernyataan izin efektif kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Karena harga IPO sudah terbentuk, kami akan tetap meneruskan rencana go public kami itu,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur Dwi Aneka Andreas Chaiyadi Karwandi mengatakan perseroan menawarkan harga IPO di kisaran Rp425—Rp550 per saham. Dari kisaran harga tersebut, perseroan melepas sebanyak 642,8 juta saham atau 30% dari modal yang disetor perseroan dengan target raupan dana Rp273—Rp353 miliar.

Sekitar 60% dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, sedangkan sisanya 40% akan digunakan untuk belanja modal dalam rangka peningkatan kapasitas produksi.

Perusahaan yang bergerak di bidang industri kemasan, percetakan offset, dan karton gelombang ini menunjuk PT NISP Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Herdiyan
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper