Pelaku Pasar Lepas Dolar AS, Rupiah Menguat

Pada penutupan bursa Senin (2/12/2013) rupiah bertengger di posisi Rp11.770 per dolar Amerika Serikat di Bloomberg Dollar Index, menguat 1,63%. Angka itu adalah yang terkuat sejak 26 November saat rupiah ditutup pada level Rp11.765 per dolar.
Ardhanareswari AHP | 02 Desember 2013 22:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah membukukan penguatan pertamanya dalam sepekan terakhir. Namun pengamat pasar menilai penguatan ini tidak disebabkan oleh rilis data inflasi.

Pada penutupan bursa Senin (2/12/2013) rupiah bertengger di posisi Rp11.770 per dolar Amerika Serikat di Bloomberg Dollar Index, menguat 1,63%. Angka itu adalah yang terkuat sejak 26 November saat rupiah ditutup pada level Rp11.765 per US$.

Sementara itu Bank Indonesia menetapkan  nilai tengah rupiah pada posisi Rp11.946, melemah dibandingkan dengan penutupan rupiah pada akhir pekan lalu,  Rp11.977.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia, Athor Subroto menilai pelaku pasar cenderung tak terlalu memperhatikan data internal. Walau begitu, bukan berarti data perekonomian dalam negeri tak berimbas sama sekali pada rupiah.

“Nggak terlalu, paling banter pengaruhnya hanya Rp200,00,” kata Athor.

Dia berpendapat penguatan rupiah lebih disebabkan oleh sejumlah pelaku pasar yang sudah mulai melepaskan dolar AS yang dipegangnya karena menilai depresiasi rupiah saat ini sudah memberikan keuntungan yang cukup besar.

Di samping itu, BI juga mulai melakukan sejumlah intervensi terkait nilai rupiah. "Namun, intervensi ini juga tak akan menggerakkan rupiah hingga menguat mengingat bank sentral juga terbentur cadangan devisa yang tak terlampau besar".

Tag : Rupiah
Editor : Yusran Yunus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top