Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Jual dan Buyback Emas Antam Stagnan (12/11/2013)

Harga jual emas batangan ritel di Tanah Air dipatok stagnan pada Selasa (12/11/2013), berdasarkan acuan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk Jakarta.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 12 November 2013  |  09:33 WIB
Harga Jual dan Buyback Emas Antam Stagnan (12/11/2013)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Harga jual emas batangan ritel di Tanah Air dipatok stagnan pada Selasa (12/11/2013), berdasarkan acuan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk Jakarta.

Harga Emas (gram) Selasa, 12 November 2013

AcuanPerubahanHarga
Jual-Rp479.000-Rp519.000
Buyback-Rp451.000
Comex-US$0,03US$41,15

Sumber: Antam & Bloomberg

Daftar harga emas BUMN tambang tersebut pukul 08.55 WIB menyebutkan harga jual emas batangan tetap dipatok pada level Rp479.600-Rp519.000.

Level harga Rp479.600 untuk penjualan emas batangan berukuran 500 gram, sedangkan Rp519.000 untuk emas berukuran 1 gram.

Sementara itu, harga buyback (beli kembali) Antam juga dipatok stagnan pada level Rp451.000.

Pergerakan harga emas Antam itu tidak sejalan dengan pasar global di bursa komoditas New York. Indeks Comex Gold Bloomberg terpantau turun US$0,03/gram ke level US$41,15/gram pada pukul 08.31 WIB.

Harga emas Antam di Jakarta Selasa, 12 November 2013

GramRp/Gram
500479.600
250480.000
100480.500
50481.000
25482.000
10485.000
5490.000
4490.000
3493.000
2,5495.000
2499.000
1519.000

Sumber: Antam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas antam harga emas comex emas comex harga jual emas

Sumber : Bloomberg & Antam

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top