Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dolar AS Melemah, Emas Terkerek

Harga emas merangkak naik dari titik terendah selama 2 pekan terakhir. Hal ini dipicu pelemahan dolar dan menyebabkan spekulasi pasar tentang pengurangan stimulus moneter AS berkurang.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 06 November 2013  |  19:04 WIB
Dolar AS Melemah, Emas Terkerek
Bagikan

Bisnis.com, MELBOURNE – Harga emas merangkak naik dari titik terendah selama 2 pekan terakhir. Hal ini dipicu pelemahan dolar dan menyebabkan spekulasi pasar tentang pengurangan stimulus moneter AS berkurang.

Emas untuk pengiriman Desember tercatat naik 0,88% menjadi US$1.319,60 per troy ounce (Rp484.259,26 per gram) di Commodity Exchange New York. Adapun emas spot naik 0,65% ke level US$1.320,19 per troy ounce (Rp484.475,67 per gram) petang ini, Rabu (6/11/2013) jam 18:56 WIB.

Data di Bloomberg Dollar Index menunjukkan, dolar AS melemah sebelum rilis pertumbuhan perekonomian AS. Analis memperkirakan, pertumbuhan ekonomi negara tersebut akan melemah pada kuartal III/2013 ini.

Emas akan menghadapi penurunan harga tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir. Adapun Gubernur Federal Reserve untuk San Fransisco, John Williams mengatakan pertumbuhan ekonomi beberapa bulan belakangan tercatat anjlok di bawah ekspektasinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga jual emas Emas Comex

Sumber : Bloomberg

Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top