Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Telkom Raih Utang Valas US$35 juta dari JBIC

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah depresiasi rupiah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengambil langkah unik dengan melakukan pinjaman luar negeri dengan senilai US$35 juta.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 21 Agustus 2013  |  01:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah depresiasi rupiah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengambil langkah unik dengan melakukan pinjaman luar negeri dengan senilai US$35 juta.

Direktur Keuangan Telkom Honesti Basyir menyampaikan pihaknya sedang memproses pinjaman valas setara Rp375 miliar dari lembaga perbankan ekspor impor asal Negeri Sakura Japan Bank for Internasional Cooperation (JBIC) pada awal September 2013.

“Kami harapkan pekan pertama September sudah selesai prosesnya,” ujarnya, Selasa(20/8/2013).

Sebagai perusahaan milik negara, perseroan harus mendapat persetujuan atas pinjaman luar negeri tersebut dari otoritas yakni pihak Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Utang valas dengan skema pinjaman langsung tersebut rencananya akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Internasional.

“Skemanya pinjaman langsung dengan tingkat bunga di kisaran 2,5%-3,5%,” sebutnya.

Dia mengaku sangat berhati-hati menentukan tingkat bunga pinjaman luar negeri agar tidak membebani pertumbuhan kinerja perseroan di masa mendatang.

Honesti mengklaim porsi utang valas Telkom hanya 28% dari total utang yang ada saat ini dan khusus 2013 perseroan tidak memiliki kewajiban membayar utang valas, sehingga depresiasi rupiah tidak terlalu mempengaruhi performa perseroan.

Untuk menghindar dari risiko pelemahan nilai tukar rupiah, katanya, perseroan memiliki kebijakan natural hedging dengan menyiapkan persediaan valas jauh sebelum masa jatuh tempo berlangsung. Dengan begitu, Telkom tidak akan terbebani dengan beban utang valas yang tinggi seperti beberapa perusahaan lain.

“Kebijakan bunga utang Telkom untuk valas paling tidak sebaiknya di kisaran 2,5%, kalau pinjaman domestik ditetapkan sekitar 8%,” ungkapnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom pt telekomunikasi indonesia
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top