Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri China Menguat, Ini Dampaknya pada Komoditas RI

Bisnis.com, JAKARTA— PT Monex Investindo Futures mengatakan apabila pertumbuhan ekspor dan impor China terus menguat seperti pada Juli 2013, maka akan bisa mendongkrak harga sejumlah komoditas dunia, termasuk dari Indonesia.
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 10 Agustus 2013  |  11:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— PT Monex Investindo Futures mengatakan apabila pertumbuhan ekspor dan impor China terus menguat seperti pada Juli 2013, maka akan bisa mendongkrak harga sejumlah komoditas dunia, termasuk dari Indonesia.

Kepala Riset  PT Monex Investindo Futures, perusahaan pialang berjangka, Ariston Tjendra mengatakan sebagai negara sentra industri skala besar dunia, penguatan manufaktur tentunya akan memengaruhi tren harga komoditas di dunia, termasuk Indonesia.

Banyak perusahaan di sejumlah negara mengalihkan industrinya ke China. Untuk itu, China membutuhkan banyak bahan baku untuk proses manufakturnya yang diekspor ke dunia.

 “Batubara, karet, timah, dan CPO  [berpotensi terkerek harganya dengan penguatan manufakur China],” kata Ariston saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini, Sabtu (10/8/2013).

Kenaikan harga sejumlah komoditas setelah badan statistik China mengumumkan pertumbuhan industri China pada minggu ini, ujarnya, merupakan reaksi positif pasar yang optimistis pasar China tidak lebih lambat seperti  yang diperkirakan.

Dipaparkan, ujarnya, ekspor China pada Juli 2013 meningkat 5,1% dibandingkan periode sama tahun lalu. Impornya naik 10%.

Ariston mengatakan untuk penguatan harga komoditas secara berkepanjangan, memang mesti dilihat lebih dulu pertumbuhan sektor manufaktur China untuk Agustus dan selanjutnya.

“Apalagi [tahun ini] diproyeksikan pertumbuhan [ekonomi] China  melambat dibandingkan [tahun lalu],” kata Ariston. (ltc)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas china manufaktur china industri china
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top