Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASIA PULP & PAPER: Diterpa Isu Babat Hutan, Anak Perusahaan Berkonsolidasi

BISNIS.COM, JAKARTA—Dua anak perusahaan Asia Pulp & Paper tengah berkonsolidasi ditengah isu moraturium dan pembabatan hutan yang menerpanya, adapun PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk saat ini sedang mengalami perubahan kepemimpinan.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 19 Juni 2013  |  19:01 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Dua anak perusahaan Asia Pulp & Paper tengah berkonsolidasi ditengah isu moraturium dan pembabatan hutan yang menerpanya, adapun PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk saat ini sedang mengalami perubahan kepemimpinan.

Produsen kertas dan peralatan kantor, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) memutuskan akan membagikan dividen meskipun mengalami penurunan laba bersih, hal itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham  Tahunan (RUPST) pada Rabu (18/6) di Hotel Le Grandeur, Jakarta.

Arman Sutedja, Direktur Keuangan Tjiwi Kimia mengatakan sebagaimana tercantum pada Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2012, dimana laba bersih setelah pajak yang didapat adalah sebesar US$34,81 juta, maka diputuskan adanya pembagian dividen.

"Untuk besaran dividennya adalah sebanyak US$3,40 juta atau setara dengan Rp33,39 miliar rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada 31 Mei, atau sebesar Rp25 per lembar saham," ujarnya pada Rabu (19/6/2013).

Dia menambahkan, dari laba bersih yang dicetak tersebut , sebesar US$1 juta atau setara dengan Rp9,8 miliar akan digunakan sebagai cadangan untuk anggaran dasar atau modal perseroan. Sementara itu sisa laba bersih setelah pajak akan dialokasikan sebagai saldo laba perusahaan.

Sementara mengenai belanja modal untuk sepanjang tahun 2013, Tjiwi Kimia mencanangkan dana sebesar US$100 juta untuk pembangunan powerplant, dan US$50 juta untuk melakukan perbaikan mesin produksi. Hingga kuartal I tahun ini, belanja modal tersebut telah terserap sekitar 30%.

“Mengenai target penjualan, kami proyeksikan adanya pertumbuhan sebesar 5%. Hal itu ditopang dari musim masuk sekolah yang dapat memacu penjualan kami,” ujarnya pada Rabu (19/6).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tjiwi kimia indah kiat asia pulp and paper arman sutedja
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top