GULA MENTAH: Harga Naik, Terdongkrak Etanol

BISNIS.COM, LONDON—Harga gula mentah naik di New York setelah 4 sesi penurunan karena harga etanol lebih tinggi di Brasil, produsen terkemuka gula, mendorong spekulasi pabrik akan menggunakan lebih banyak tebu untuk membuat biofuel, sementara kakao
Giras Pasopati | 16 Juni 2013 13:30 WIB

BISNIS.COM, LONDON—Harga gula mentah naik di New York setelah 4 sesi penurunan karena harga etanol lebih tinggi di Brasil, produsen terkemuka gula, mendorong spekulasi pabrik akan menggunakan lebih banyak tebu untuk membuat biofuel, sementara kakao menurun.

Harga etanol berjangka pada Jumat lalu mencapai level tertinggi sejak 8 Mei di BM & F Bovespa, bursa berjangka Brasil. Pabrik pengolah di selatan, wilayah utama, menggunakan 58% dari semua tebu untuk membuat etanol daripada gula dalam paruh kedua Mei. Hal itu naik dari 52% dari tahun sebelumnya.

Sementara itu harga gula mentah untuk pengiriman Oktober naik 0,3% menjadi 16,58 sen per pon pada Sabtu pukul 08.31 di ICE Futures AS, New York. Gula rafinasi untuk pengiriman Agustus menguat 0,4% menjadi US$475,40 per ton di NYSE Liffe, London.

Menurut Green Pool Commodity Specialists Pty, pabrik pengolah di selatan akan menggunakan 45,2% dari panen tebu untuk membuat gula sepanjang musim 2013-2014 di Brasil mulai April. Hal itu di bawah estimasi sebelumnya sebesar 47,6% dan tahun lalu sebanyak 49,4%.

Adapun harga kakao untuk pengiriman September turun 2% menjadi US$2.263 per ton di ICE. Kakao untuk pengiriman Juli turun 2,3% menjadi 1.472 poundsterling (US$2.303) per ton di Liffe NSYE.

Sumber : Bloomberg

Tag : komoditas, harga, raw sugar, 2013, gula mentah
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top