Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

MITRA INVESTINDO Hentikan Ekspor Granit Tahun Ini

BISNIS.COM, JAKARTA—Produsen batu granit, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) terpaksa menghentikan ekspor sepanjang tahun ini selama produk mereka masih masuk dalam kriteria produk yang terkena kebijakan bea keluar 20%.

BISNIS.COM, JAKARTA—Produsen batu granit, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) terpaksa menghentikan ekspor sepanjang tahun ini selama produk mereka masih masuk dalam kriteria produk yang terkena kebijakan bea keluar 20%.

Kumari, Presiden Direktur Mitra Investindo, mengatakan permintaan dari luar negeri sebenarnya terus berdatangan. Namun, adanya bea keluar tersebut sangat membebani perseroan.

“Perseroan bukannya ngga mau ekspor, permintaan ekspor sebenarnya ada. Tapi ada regulasi ESDM [Permen 7/2012] yang mengatur ekspor raw material termasuk granit kena pajak ekspor 20% sehingga membuat harga kami tidak kompetitif di pasar luar negeri,” ujarnya di sela-sela acara paparan publik, Kamis (23/5).

Berdasarkan data perseroan, dari total penjualan pada 2011, sebanyak 22%-nya diekspor. Namun angka ini terus menurun pada 2012 di mana ekspor hanya 6%. Bahkan sepanjang tiga bulan pertama 2013, dari total penjualan Rp33,7 miliar perseroan tidak melakukan ekspor sama sekali.

Kumari mengatakan perseroan sudah lama mengajukan klarifikasi kepada Kementerian ESDM tapi hingga kini belum mendapat jawaban. Menurutnya, batu granit sebenarnya tidak termasuk jenis mineral mentah (raw material).

“Kami lagi berusaha ke ESDM, tapi ESDM belum kasih jawaban sampai sekarang. Di pasar luar negeri sebenarnya spec [spesifikasi] batu kami sangat dicari,” ujarnya.

Di sisi lain, perseroan diuntungkan dengan tingginya permintaan batu granit di dalam negeri seperti dari Jambi, Riau, dan Sumsel. Permintaan itu terutama berasal dari proyek infrastruktur dan properti.

“Tapi kami ngga berani ekspansi, sekarang saja sudah sering menolak order. Tapi kami ada kontrak baru di bawah lima, seperti proyek perluasan bandara dan jalan-jalan baru di Kepri. Di Bintan utara juga banyak pembangunan resort dan reklamasi pantai yang mengambil batu dari kita,” ujarnya.

Untuk memenuhi banjirnya permintaan di dalam negeri, perseroan berencana membeli satu unit mesin baru untuk menambah kapasitas produksi dari 1,6 juta ton menjadi 2 juta ton. Adapun investasinya sebesar Sin$1,5 juta yang diambil dari kas internal. Dengan mesin baru ini, total mesin perseroan menjadi empat mesin.

“Penambahan mesin baru ditargetkan sudah bisa terealisasi di semester II/2013,” ujarnya.

Perseroan melakukan kegiatan penambangan batu granit di Bintan, Kepulauan Riau di atas lahan seluas 63,72 hektare. Pada kuartal I/2013, produksi batu granit perseroan sudah mencapai 318.000 ton.

Rendahnya pencapaian ini diklaim karena faktor cuaca di mana hujan turun lebih intens sehingga beberapa mesin produksi terpaksa harus berhenti.

“Tapi nanti di kuartal II dan kuartal III relatif lebih lancar karena di sisi lain, anggaran pemerintah untuk infrastruktur juga baru turun April-Mei ini. Jadi kinerja kuartal I ngga bisa dikali empat langsung [untuk kinerja setahun],” ujarnya. (bas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper