Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AKR tidak terpengaruh penaikan harga BBM

BISNIS.COM, JAKARTA—Distributor bahan bakar minyak dan bahan kimia, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengklaim rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi tidak berdampak pada kinerja perseroan tahun ini.
Vega Aulia Pradipta
Vega Aulia Pradipta - Bisnis.com 14 Mei 2013  |  15:28 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Distributor bahan bakar minyak dan bahan kimia, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengklaim rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi tidak berdampak pada kinerja perseroan tahun ini.

Seperti diketahui, pemerintah menganggarkan penaikan harga Rp2.000 bagi BBM jenis Premium dari Rp4.500 menjadi Rp6.500, dan penaikan harga Rp1.000 bagi BBM jenis solar dari Rp4.500 menjadi Rp5.500.

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi adalah konsumen membayar BBM lebih mahal dan subsidi pemerintah bisa berkurang.

“Kalau pemerintah menaikkan harga BBM, tidak ada dampak terhadap perusahaan karena AKR hanya diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk mendistribusikan BBM, kami hanya pelaksana PSO [Public Service Obligation],” ujarnya di sela-sela konferensi pers seusai RUPS Tahunan, Selasa (14/5).

Pemerintah melalui BPH Migas, sebelumnya telah mengalokasikan kuota BBM bersubsidi kepada AKR sebanyak 267.000 kiloliter tahun ini. Direktur AKR Corporindo Mery Sofi mengatakan hingga kuartal I/2013, kurang dari seperempat dari kuota tersebut sudah disalurkan.

Meski sempat ada penurunan di kuartal I/2013, namun perseroan optimistis kondisi pada kuartal II sudah meningkat dan normal kembali, sehingga target pertumbuhan 15—20% masih bisa tercapai.

Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu menambahkan tambahan infrastruktur berupa 16 SPBU baru, telah selesai April lalu, sehingga total SPBU dan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) yang dimiliki perseroan saat ini sebanyak 47 unit.

Di luar kuota 267.000 kiloliter, BPH Migas masih memiliki alokasi sebanyak 612.000 kiloliter yang hingga kini belum diberikan kepada siapa-siapa. Haryanto mengatakan perseroan sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan seluruh alokasi tersebut kepada BPH Migas.

“Tapi belum ada jawaban dari BPH Migas, kami masih menunggu keputusannya,” ujar Haryanto. (mfm)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM spbu bph migas BBM akr corporindo tbk spbn
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top